Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label Ayam Kampung Super. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayam Kampung Super. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

Kandang untuk Pembesaran Ayam Kampung

1 komentar

kandang-ayam.jpegBerbicara masalah kandang untuk ayam kampung mungkin masalah yang masih asing bagi kita, maklum system pemeliharaan ayam kampung selama ini masih bersifat umbaran (ekstensif). Yaitu ayam kampung dibiarkan tidur di mana saja yang penting masih terlihat pulang ke rumah. Padahal kalau kita sedikit meluangkan waktu untuk memperhatikan masalah kandang ayam kampung maka tidak mustahil banyak sisi manfaat yang akan kita dapatkan. Karena mau diakui atau tidak kandang memegang peranan penting sebagai penyebab timbulnya penyakit dan penyebaran penyakit.Pada peternakan-peternakan dengan model semi intensif atau intensif, kandang ayam kampung sudah mendapat perhatian khusus. Mereka sudah pelajari dan sadar akan pentingnya fungsi kandang untuk ternak mereka seperti halnya arti pentingnya rumah untuk tempat tinggal kita. Apakah kita akan bisa merasa nyaman, enjoy, dan menghasilkan karya terbaik kita di rumah yang kumuh, berdebu, berbau, tidak aman atau bahkan di rumah yang tanpa atap? Ternak kita pun sama, mereka akan demikian dan sebaliknya mereka akan mampu menampilkan produksi terbaiknya kalau kandang yang mereka tempati bersih, nyaman, bersih, udaranya segar, aman dan terlindung dari semua hal yang bisa membahayakan bagi ternak itu sendiri.Di antara syarat kandang yang baik untuk pemeliharaan ayam kampung antara lain :
  1. Terpisah dengan daerah permukiman penduduk minimal 10 meter
  2. Lantai kandang diusahakan lebih tinggi dari tanah sekelilingnya agar kandang selalu kering dan bersih
  3. Kandang tidak lembab dan bocor, sehingga perlu mengganti atau menambah litter secara periodik
  4. Sinar matahari diusahakan bisa masuk, untuk itu diupayakan kandang dibangun membujur dari arah Barat-Timur
  5. Bahan kandang yang digunakan cukup melimpah ketersediannya dan harganya pun murah
  6. Sirkulasi udara cukup baik, lancar dan segar sehingga mampu mengusir bau tidak sedap amoniak atau lainnya
  7. Kandang dibangun mengacu kepada standar kepadatan kandang yang ideal
  8. Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara periodik
Kandang untuk pemelihraan ayam kampung dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, ada kandang untuk umur 1-20 hari, 21-40 hari, 41-60 hari, 61-90 hari dan kandang untuk isolasi. Berikut kami uraikan sedikit tentang kandang ayam kampung sesuai tingkat umur pemeliharaan :
Kandang untuk umur 1-20 hari
kandang-bok.jpegKita mungkin lebih sering menyebutnya dengan istilah kandang bok, karena bentuknya kotak, semua sisi tertutup rapat kecuali bagian atas. Bagian atas dibiarkan terbuka atau bisa juga ditutup dengan bilah-bilah bambu dengan jarak 2 cm. Sedangkan bagian bawah terbuat dari kerangka dari bilah bambu lalu dialasi dengan kardus atau kertas semen. Ukuran bok yang dibuat sangat fleksibel yang penting mengacu pada efisiensi bahan dan kepadatan kandang. Bok kalau memungkinkan bisa dilengkapi dengan kaki setinggi 20-25 cm. Kepadatan kandang yang dianjurkan untuk kisaran umur ini adalah 1m2 untuk 40-45 ekor dan bisa dikurangi 5 ekornya tiap minggunya. Pemeliharaan DOC di kandang bok mutlak memerlukan lampu penghangat atau yang biasa disebut pemanas (brooder). Suhu dalam kandang bok diusahakan antara 30-32ÂșC atau dengan melihat penyebaran anak ayam dalam kandang bok. Kalau anak ayam menyebar merata berarti suhu sudah pas (ideal), kalau menggerombol di bawah lampu pemanas berarti kedinginan dan kalau menjauhi sumber panas berarti suhu kepanasan. Dan alangkah baiknya kalau kita merancang model kandang bok yang mudah diangkat dan dipindahkan ke tempat lain (portable).
Kandang untuk umur 21-60 hari
kandang-20-60hari.jpegPara peternak di Jawa Timur (Malang, Mojokerto, Kediri, Jombang, Blitar, Tulungagung, Surabaya) biasanya menerapkan pemeliharaan untuk ayam kampung untuk tujuan pedaging hanya sampai umur 60 hari sehingga kandang ini adalah kandang terakhir untuk pemeliharaannya sebelum ayam di panen. Ada dua model kandang yang digunakan oleh peternak pada fase ini yaitu peternak yang masih menggunakan bok seperti pemeliharaan sebelumnya dan peternak yang memilih menggunakan kandang bentuk postal (litter). Kandang postal adalah kandang dengan alas tanah yang dicampuri sekam padi, kapur dan pasir. Kedua model tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang penting pada masa pemeliharaan ini adalah masalah kepadatan kandang (carrying capacity) yaitu 1m2 untuk 30-35 ekor dan berkurang 5 ekor setiap minggunya sehingga pada umur 60 hari per m2 hanya cukup 7-10 ekor saja.
Kandang untuk umur 61-90 hari
kandang-60-90hari.jpegUntuk pemasaran ayam kampung pedaging di daerah-daerah tertentu seperti Batam, Balikpapan dan Jakarta, berat yang diinginkan biasanya sekitar 9 ons - 1,2 kg. Sehingga tidak ada pilihan bagi peternak yaitu dengan menambah jumlah hari pemeliharaan sekitar satu bulan lagi. Model kandang yang banyak dipakai untuk pemeliharaan fase ini adalah postal dan slot (kandang panggung). Kedua model tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang penting pada masa pemeliharaan ini adalah masalah kepadatan kandang (carrying capacity) yaitu 1m2 untuk 7-10 ekor dan berkurang 0,5-1 ekor setiap minggunya sehingga pada umur 90 hari per m2 hanya cukup 5-7 ekor saja. Kalau kita akan menggunakan kandang yang model slot, alangkah baiknya kalau di bawah kandang di bangun kolam ikan untuk lebih efisiensi tempat.
Kandang Isolasi
Kandang ini berfungsi sebagai kandang karantina (isolasi) terhadap ayam-ayam yang menunjukkan gejala sakit, luka karena saling patuk, atau mungkin ayam yang sudah terserang penyaikt tertentu. Penempatan ayam pada kandang isolasi ini harus memperhatikan faktor penyebab ayam. Jangan menempatkan ayam yang luka karena saling patuk dengan ayam yang terkena penyakit kolera atau lainnya. Dengan adanya kandang isolasi ini diharapkan keadaan ayam akan pulih dan semakin membaik kondisinya seperti sedia kala. Yang penting dalam pembuatan kandang ini adalah penempatan kandang. Kandang isolasi sebaiknya ditempatkan terpisah dan jauh dari kandang ayam sehat.

sumber : http://sentralternak.com/

Selasa, 25 Desember 2012

Pengobatan Dan Pencegahannya Kolera

0 komentar

Ciri-ciri ayam terkena 

Ciri-ciri ayam terkena penyakit kolera dan cara pengobatan dan pencegahannya
Ciri-ciri ayam terkena penyakit kolera dan cara pengobatan dan pencegahannya - Penyebab penyakit kolera adalah bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida. Biasanya menyerang ayam pada usia 12 minggu. Penyakit ini menyerang ayam petelur dan pedaging. Serangan penyakit ini bisa bersifat akut atau kronis. Ayam yang terserang kolera akan mengalami penurunan produktivitas bahkan mati. Bakteri ini menyerang pernapasan dan pencernaan. Kolera dapat ditularkan melalui kontak langsung, pakan, minuman, peralatan, manusia, tanah maupun hewan lain. Pada serangan akut, kematian dapat terjadi secara tiba-tiba.
Sedangkan pada serangan kronis didapatkan gejala sbb:
  • napsu makan berkurang
  • sesak napas
  • mencret
  • kotoran berwarna kuning, coklat atau hijau berlendir dan berbau busuk
  • jengger dan  pial bengkak serta kepala berwarna kebiruan
  • ayam suka menggeleng-gelengkan kepala
  • persendian kaki dan sayap bengkak disertai kelumpuhan
Diagnosis secara tentative dapat didirikan atas riwayat unggas, gejala dan lesi postmortem. Sedangkan diagnosis definitive didapatkan pada isolasi dan identifikasi organisme ini.
 


 Pengobatan :

Pengobatan kolera dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil.
Tindakan pencegahan :
Pencegahan sangat penting dilakukan antara lain dengan menjaga agar litter tetap kering, mengurangi kepadatan kandang, menjaga kebersihan peralatan kandang dan memberikan vitamin dan pakan yang cukup agar stamina ayam tetap terjaga.
Anda mungkin juga meminati:

Stress & Kepanasan

0 komentar

Stress kepanasan menyebabkan FC Tinggi, berat badan rendah serta angka kematian yang tinggi

Cuaca merupakan faktor  yang sangat  mempengaruhi produksi usaha peternakan dalam hal ini adalah peternakan ayam, oleh karena itu diera peternakan yang modern dan cuaca yang tidak menentu saat ini banyak peternak tertarik untuk membuat kandangnya menjadi kandang tertutup atau close house sehingga kondisi ayam tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca. Akan tetapi, membangun kandang close hose membutuhkan dana yang tidak sedikit dan bagi sebahagian peternak di  Indonesia  hal itu masing sangat memberatkan. Lantas, bagaimana cara mengatasi perubahan cuaca yang ekstrim seperti musim panas yang panjang seperti yang sedang dialami di pulau jawa dan sekitarnya? Untuk mengetahuinya, silahkan baca informasi ini sampai selesai yah, semoga pembahasan saya mudah dimengerti .
Seperti yang kita ketahui bahwa pada kondisi musim panas yang berkepanjangan seperti ini  ayam broiler/pedaging  maupun ayam layer/petelur sangat rentan terhadap yang namanya heat stress atau stress karena panas. Heat stress atau stress karena panas  adalah suatu gejala yang terjadi pada ayam merasakan panas berlebih pada tubuhnya, jadi terkadang meskipun cuaca diluar tidak terlalu panas namun bisa saja ayam mengalami heat stress, oleh karena itu kita jangan terlalu berpatokan pada thermometer ruangan yang ada dalam kandang namun alat pengukur suhu, namun  yang kita pakai sebagai indicator atau pengukur adalah ayam itu sendiri. Hal ini disebabkan jika ayam mengalami panas yang berlebih maka hal itu akan dapat kita ketahui dari perilaku ayam itu sendiri.
Musim panas yang berkepanjangan pada sebagian daerah di Indonesia jelas membawa dampak bagi usaha peternakan dalam hal ini peternakan ayam pedaging maupun ayam petelur. Hal yang dirasakan peternak adalah tingkat produksi ayam yang tidak maksimal seperti tingkat kematian yang tinggi, berat badan rendah, FCR tinggi, kandang menjadi lebih bau karena kotoran basah (padahal tidak ada hujan), dan serangan penyakit yang terkadang berujung pada kematian yang tinggi. Mengapa hal itu bisa terjadi, jawaban yang paling mungkin adalah karena heat stress atau stress akibat panas.
Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa, heat stress dapat menyebabkan beberapa  seperti  berat badan yang rendah , FCR yang tinggi, kandang menjadi lebih bau, tigginya kejadian CRD dan berujung pada deplesi yang tinggi. Hal tersebut sangat berkaitan karena saat ayam mengalami heat sress maka ayam akan lebih banyak minum dibandingkan kondisi bisaanya. Proses ini dilakukan oleh ayam untuk mendinginkan suhu tubuhnya yang panas. Akibat dari banyak minum ini maka pakan yang masuk ke saluran pencernaan tidak dapat diserap secara maksimal dan keluar bersama feces sehingga akan banyak kita lihat pakan yang masih utuh keluar bersama feces. Aktifitas ayam yang banyak minum ini juga menyebabkan kotoran ayam menjadi lebih cair. Nah, pakan yang tidak tercerna sempurna yang keluar bersama feces yang yang cair tadi jelas membuat kondisi kandang menjadi lembab dan berbau busuk yang akibatnya dapat memicu gangguan pernafasan pada ayam sehingga banyak kita temui dilapangan tidak ada hujan namun koq ayam seperti kena pilek. Selain itu, yang membuat ayam kita lebih gampang sakit adalah ketidakcukupan atau defiensi atau kekurangan nutrisi akibat pakan yang masuk tidak terserap dengan baik. Kekurangan nutrisi akibat heat stress ini juga dapat menimbulkan kegagalan vaksinasi artinya vaksin yang diberikan tidak melindungi terhadap serangan penyakit. Nah, supaya lebih mudah memahaminya bisa dilihat pada gambar dibawah ini :



Penjelasan di atas merupakan penjelasan yang sederhana, namun beberapa peternak ataupun praktisi terkadang tidak puas dan ingin penjelasan yang lebih detail, untuk itu saya telah mempersiapkan penjelasannnya, silahkan klik ini.
Para pembaca sekalian, lantas pertanyaanya bagaimana cara mengatahui ayam kita mengalamai stress panas dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya? Nah, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa kita tidak bisa berpatokan pada thermometer ruangan yang ada dikandang namun kita melihat ayamnya hal ini karena ayam akan menunjukan tanda awal sebelum terkena heat stress. Sebenarnya tanda awal ini merupakan upaya ayam supaya tidak terjadi panas yang berlebihan dalam tubuhnya. Adapun tanda awal ini bisa dikelompokan menjadi 4 yaitu :
Radiasi : ini ditandai dengan ayam melebarkan sayap dan mengangkat bulu-bulunya. Jika Anda bingung seperti apa, silahkan Anda membayangkan induk ayam kampung yang sedang menjaga anak-anaknya saat ada sesuatu yang membahayakan anak-anaknya
Konduksi : ayam merapat kepada benda-benda padat seperti litter atau tembok. Tujuannya agar panas yang ada pada tubuhnya dapat sedikit  berpindah pada benda tersebut.
Konveksi : ini ditandai dengan ayam yang banyak minum agar suhu tubuhnya turun. Jadi kalo anda lihat koq stok air cepat sekali habis dan pakan banyak sisa, waspadalah!
Evaporasi : ini ditandai dengan gejala gasping dan painting atau ayam menggap-menggap. Ini merupakan evaporasi lewat paru-paru.
Nah, bagaimana supaya stress akibat panas tersebut tidak terjadi? Saran saya pribadi (Adapun saran saya ini mungkin bertentangan dengan pendapat lain namun itu merupakan hal yang wajar, karena setiap orang akan berpendapat berdasarkan keilmuan dan pengalamannya, dan berdasarkan keilmuan dan pengalaman saya yang tidak seberapa saran saya adalah :
Usahakan membangun kandang dari timur ke barat. Memang banyak pendapat juga yang menyebutkan bahwa sebaiknya membangun kandang dari utara ke selatan. Akan tetapi, kandang utara-selatan hanya cocok di eropa atau Negara yang mempunyai 4 musim dimana musim panas cukup singkat, berbeda dengan Indonesia yang musim panasnya cukup lama, apalagi sudah setahun penuh rasanya tidak tidak turun musim hujan. Dengan kondisi demikian Jika kita membangun kandang utara-selatan maka pada pagi hari ayam kepanasan dan sore hari juga.
 
Hal ini agar kita dapat melihat 4 tanda awal yang sudah saya sebutkan sebelumnya (radiasi, konduksi, konveksi, dan evaporasi) sehingga kita dapat cepat bertindak. Yang perlu kita ingat juga, bahwa bisaanya kalo suhu siang hari sangat panas,bisaanya suhu menjelang subuh dingin banget, jadi kadang ayam malah banyak mati pada malam hari karena kedinginan (saling tindih ataupun bisa karena kekurangan oksigen)
 Perbanyak ventilasi, buka semua tirai pada saat cuaca panas
Perhatikan litter. Karena litter yang sudah tidak layak dapat menjadi sumber panas tanpa kita sadari
Menggunakan air hujan buatan. Bentuknya bisa macam-macam, bisa dengan kita memasang kran berputar yang bisaanya dipakai untuk siram rumput dilapangan atau bisa dengan modifikasi lain sesuai kondisi dan situasi masing-masing.
Bisa membuat kolam di lingkungan kandang, lebih bagus kalo kolam lele, jadi bisa sekalian kalo ada ayam yang mati bisa jadi pakan lele. Tapi harus waspada, jangan sampai pernah kolam tidak berisi karena bisa jadi tempat kembangbiak nyamuk yang akan memicu malaria like disease.
Bisa menanam pohon peneduh disekitar kandang
Memberikan suplemen bernutrisi tinggi seperti Improlin-G yang akan meminimalisir efek stress akibat panas dan membantu mensuplai nutrisi sehingga berat badan tidak jeblok dan FCR tidak meroket.
Memberikan suplemen imunitas seperti imunose untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sekaligus dapat membuat feces menjadi lebih kering sehingga kandang tidak berbau menyengat. Jika perlu anda juga dapat menyemprotkan protexol yang mampu menghilangkan bau feces sebanyak 90% dalam waktu singkat
Memberikan antibiotic jika sudah muncul gejala penyakit.

Semoga bermanfaat .

Penyakit Mencret ( Diare ) Pada Ayam

0 komentar


Ayam yang mengalami mencret atau diare tidak hanya disebabkan adanya infeksi kuman penyakit (faktor infeksius) tetapi bisa diakibatkan faktor non infeksius, seperti tata laksana pemeliharaan yang kurang baik. Oleh karena itu sebelum melakukan pengobatan alangkah lebih baiknya dilakukan diagnosa penyakit untuk mencari agen atau faktor penyebab serangan penyakit tersebut. Agen atau faktor yang dapat menyebabkan diare tercantum pada tabel 1.
Penyakit mencret atau diare pada ayam

Penanganan kasus diare hendaknya diawali dengan melakukan diagnosa penyakit secara tepat sehingga treatment yang akan dilakukan sesuai dengan kasus yang dihadapi. Penanganan kasus diare yang disebabkan faktor infeksius, yaitu serangan bakteri (CRD, kolera, salmonellosis atau colibacillosis) bisa dilakukan dengan pemberian obat (antibiotik), koksidia (kokdiosis) diberikan antikoksidia atau cacing diberikan anthelmintika. Khusus untuk serangan virus (ND dan Gumboro) pemberian obat hanya membantu menekan infeksi sekunder oleh bakteri. Sedangkan untuk ND dan Gumboro tidak bisa diatasi dengan pemberian obat tetapi dikendalikan melalui vaksinasi. Saat ayam terserang ND, bisa dilakukan revaksinasi dengan menggunakan Medivac ND Clone 45. Keberhasilan revaksinasi darurat ND tersebut dipengaruhi oleh tingkat keparahan serangan ND.
Penanganan kasus non infeksius disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Misalnya saja kasus heat stress maka penanganannya dengan memperbaiki sistem ventilasi udaranya. Setelah faktor penyebabnya diatasi maka pemberian vitamin dan elektrolit diperlukan untuk menjaga stamina dan mempercepat pemulihan

Penyakit Prolapsus Oviduct (Uteri)

0 komentar
Penyakit keluarnya saluran telur dari dalam kloaka


Penyakit Prolapsus Oviduct (Uteri)
ditandai dengan keluarnya saluran telur dari dalam kloaka (benda seperti usus sebesar batang rokok dengan panjang kira-kira 4 cm). Prolapsus sering terjadi pada ayam yang sedang bertelur. Kelainan ini terjadi pada saat masa bertelur dan tidak dapat pulih dengan sendirinya.

Faktor penyebab timbulnya prolapsus uteri antara lain :

  1. Faktor keturunan
  2. Perlemahan/kerusakan otot di daerah kloaka karena umur ayam (ayam tua), radang pada saluran telur dan anus
  3. Intensitas pencahayaan yang terlalu tinggi maupun perubahan program pencahayaan yang dilakukan secara mendadak

Kasus prolapsus uteri ini dapat dicegah dengan cara :
  1. Mempertahankan berat badan ayam tetap ideal (sesuai standar). Ayam petelur yang mengalami hambatan pertumbuhan saat masa starter atau grower akan memiliki kerangka tubuh dengan ukuran yang lebih kecil (di bawah normal). Akibatnya, saat masa layer ayam tersebut cenderung lebih mudah terkena prolapsus. Ayam dengan ukuran berat badan terlalu besar juga dapat memicu prolapsus. Ayam ini akan memiliki timbunan lemak yang berlebih di perutnya sehingga dapat menggangu elastisitas saluran telur, yaitu saat mengeluarkan telur saluran telur tidak dapat masuk kembali karena tertahan oleh lemak tubuh.
  2. Atur program pencahayaan sesuai kebutuhan. Jangan memberikan pencahayaan dengan lama waktu dan intensitas yang berlebih. Pencahayaan untuk masa layer sebaiknya diberikan selama 16 jam, yaitu 12 jam dari sinar matahari dan 4 jam dari cahaya lampu dengan intensitas 20-40 lux
  3. Berikan ransum dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam, terutama kebutuhan mineral
  4. Perhatikan kepadatan kandang. Kandang yang padat akan menyebabkan ayam stres dan meningkatkan aktivitas mematuknya
  5. Pertahankan suhu kandang tetap nyaman, yaitu 25-28oC
Semoga Bermanfaat .

Penanganan Gumboro Yang Disertai Colibacilliosis

0 komentar


Ada opini yang menyebutkan bahwa pemberian air gula tidak dianjurkan saat ayam terkena penyakit gumboro yang disertai colibacilliosis karena akan memperparah colibacillosis. Apakah pengertian tersebut benar?. Belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa pemberian air gula dapat memperparah kasus colibacillosis. Kejadian colibacillosis yang dibarengi dengan Gumboro akan memperparah kondisi baik colibacillosis maupun Gumboronya sendiri. Hal ini dikarenakan Gumboro merupakan penyakit yang bersifat immunosupresant (menekan sistem kekebalan) sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh ayam menjadi lemah. Selain itu, adanya penurunan nafsu makan/minum menyebabkan ayam mengalami dehidrasi dan lemah. Dengan demikian colibacillosis akan berkembang dan menginfeksi dengan cepat sehingga kondisi ayam pun akan semakin drop. Dengan kondisi demikian, air gula sangat diperlukan sebagai sumber energi yang langsung dapat digunakan tubuh tanpa harus melewati proses metabolisme berbelit.

Penanganan kasus Gumboro yang disertai colibacillosis dapat dilakukan dengan cara sbb :
  • Ayam yang sudah parah sebaiknya dipisahkan agar tidak menjadi sumber penularan bagi ayam-ayam lain
  • Berikan air gula 2-5% (2-5 gram/ 100 ml air minum) selama 3 hari. Jika terjadi pembengkakan ginjal, dapat diberikan Gumbonal selama 3 hari. Terapi dilanjutkan dengan pemberian antibiotik seperti Ampicol atau Coliquin selama 3-5 hari beturut-turut. Air gula berperan dalam suplai energi sedangkan antibiotik berperan dalam mengatasi infeksi colibacillosis
  • Semprot kandang setiap hari dengan Antisep/Neo Antisep guna meminimalkan penyebaran bibit penyakit yang ada di lingkungan. Lakukan pula desinfeksi air minum namun jangan bersamaan dengan jadwal pengobatan
  • Setelah pengobatan colibacillosis selesai, berikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit untuk mempercepat proses pemulihan
  • Jika diperlukan, tambahkan pemanas terutama pada malam hari dan cuaca dingin
  • Pada kasus Gumboro, terkadang ditemukan perubahan patologi anatomi berupa pembengkakan ginjal. Jangan memberikan obat dari golongan sulfonamida (Trimezyn, Respiratrek, Sulfamix, Coxy atau Duoko) maupun aminoglikosida (Koleridin, Kanamin, Gentamin atau Vet Strep) karena dapat memperparah kondisi ginjal
  • Jangan lakukan vaksinasi darurat atau vaksinasi lain sebelum kasus Gumboro dapat ditangani
  • Pada pemeliharaan berikutnya, evaluasi kembali program vaksinasi Gumboro, kualitas DOC saat chick in, kualitas air serta manajemen saat kosong kandang dan saat brooding
Semoga bermanfaat .

Ayam Kampung

0 komentar

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan sebutan ayam di Indonesia yang proses pemeliharaannya tidak ditangani dengan cara budidaya massal dan komersial. Ayam kampung sering dijadikan peliharaan sambilan penduduk yang bermukim di daerah perkampungan. Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana halnya bangsa unggas dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya.
Nama ilmiah untuk ayam kampung adalah Gallus domesticus. Aktifitas penternakan ayam kampung telah ada sejak zaman dahulu.

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing.
Istilah "Ayam kampung" semula adalah kebalikan dari istilah "ayam ras", dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan. Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari "ayam bukan ras") bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekedar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri). Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah.

Ayam kampung mempunyai banyak jenis varietas dan spesies, beberapa di antaranya yang penting yaitu.

1. Ayam Kedu
Ayam kedu merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Magelang dan Temanggung atau eks. Kersidenan Kedu (Jawa Tengah). Berdasarkan penampilan warnanya, ayam kedu dapat dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut.

a. Ayam Kedu Hitam

Ayam kedu hitam mempunyai penampilan fisik hamper hitam semua, tetapi kalau diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam. Penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan. Bobot ayam kedu hitam jantan dewasa antara 2 Kg – 2,5 Kg, sedangkan yang betinanya hanya 1,5 Kg. Ayam ini sering disamakan dengan ayam cemani karena tampak serba hitam.

b. Ayam Kedu Cemani

Ayam kedu cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak (langit-langit mulut), bahkan daging dan tulangnya juga hitam. Sosok tubuh ayam kedu jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 Kg- 3,5 Kg, sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 Kg- 2,5 Kg.

c. Ayam Kedu Putih

Ayam kedu putih ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Jenggernya tegak berbentuk wilah. Bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 Kg. Sedangkan bobot ayam kedu putih betina 1,2 Kg – 1,5 Kg.

d. Ayam Kedu Merah

Ayam kedu merah ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kulit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih [6]. Sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 Kg-3,5 Kg, Sedangkan bobot ayam betina 2 Kg-2,5Kg.

2. Ayam Nunukan
Ayam nunukan disebut juga ayam Tawao. Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang dipulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ayam nunukan diperkirakan berasal dari Cina. Karakteristik ayam nunukan adalah warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna. Sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. Jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan.

Stadium anak ayam sampai umur 45 hari cenderung berbulu kapas. Berat badan ayam nunukan jantan dewasa 3,4 Kg – 4,2 Kg, sedangkan yang betina 1,6 Kg – 1,9 Kg.

3. Ayam Pelung

Ayam pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat). Ayam pelung memiliki sosok tubuh besar dan tegap, temboloknya tampak menonjol [6]. Kakinya panjang, kuat, dan pahanya berdaging tebal [6]. Ayam pelung jantan memiliki Jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah. Ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi jengger terseebut tidak berkembang dengan baik. Ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 Kg – 5,5 Kg, sedangkan yang betina 2,5 Kg – 3,5 Kg.

4. Ayam Sumatra

Ayam Sumatra merupakan ayam lokal dari Sumatera Barat. Penampilan perawakannya tegap, gagah ,tetapi ukuran tubuhnya kecil. Ayam Sumatra jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar. Pipinya penuh (padat), keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. Paruh ayam Sumatra umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam. Ayam Sumatra memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah. Kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang. Bobot ayam Sumatra jantan dewasa 2 Kg, sedangkan yang betina 1,5 Kg.

5. Ayam Belenggek
Ayam belenggek berasal dari Sumatera Barat, tepatnya dipedalaman Kabupaten Solok. Ayam ini pandai berkokok dengan suara yang merdu dan iramanya bersusun-susun, panjang sampai terdiri atas 6-12 suku kata. Semakin panjang suku katanya, semakin panjang kokoknya.

6. Ayam Gaok
Ayam gaok bersal dari madura dan Pulau Puteran, Kabupaten Sumenep. Keistimewaan ayam gaok yaitu kokoknya memiliki suara panjang yang hampir sama dengan ayam pelung yang terdapat di Cianjur (Jawa Barat). Ayam Gaok jantan dewasa memiliki bobot badan mencapai 4 Kg, sedangkan yang betina 2 - 2,5 Kg. Ayam Gaok jantan memiliki tampilan tubuh besar, tegap dan gagah. Jenggernya besar berbentuk wilah dan berwarna merah, dengan pial yang besar dan warnanya merah. Kakinya berwarna kuning [6]. Bulunya didominasi oleh warna kuning kehijau-hijauan (wido), namun ada juga yang berwarna lain, seperti merah dan hitam .

Semoga bermanfaat .

Kebiasaan Buruk Ayam Kampung

0 komentar

Ayam kampung juga punya kebiasaan buruk - Bukan hanya manusia yang punya kebiasaan buruk, ayam kampung juga punya kebiasaan buruk yang kadangkala membuat rugi peternak. Apa saja kebiasaan buruk tersebut ? berikut diantaranya :

Kanibalisme
Kanibal adalah kebiasaan ayam yang saling mematuk dan bahkan memakan telurnya. Penyebab utama dari kanibalisme adalah sebagai berikut :
  1. Ayam kekurangan pakan atau juga nutrien, cara mengatasinya adalah dengan menambah pakan dan air bersih, kalau perlu air minum ditambah dengan sedikit garam dapur, yaitu 5g/liter air selama dua (2) hari berturut-turut.
  2. Jumlah ayam dalam satu kandang terlalu padat, sehingga ayam akan saling berebut untuk mendapatkan tempat yang nyaman. Untuk itu luas lantai kandang perlu diperluas atau jumlah ayam dikurangi untuk setiap kandangnya.
  3. Udara di dalam kandang terlalu panas, kelembaban tinggi. Untuk menanggulangi hal ini kandang perlu diberi ventilasi yang cukup
  4. Ayam kekurangan batu-batuan (grit), untuk mengatasinya ayam perlu diberi garam dapur

Selain cara-cara tersebut di atas, dapat pula dilakukan pemotongan paruh sebesar ¼-1/3 panjang paruh menggunakan gunting atau debeaker, cara lain untuk mengatasi kanibalisme adalah dengan tidak mencampur ayam atau memasukkan ayam dari satu kelompok ke kelompok lain

Mengeram
Mengeram adalah insting atau naluri dari setiap unggas untuk melakukan regenerasi. Masa mengeram ayam buras mencapai 21 hari. Kemudian diikuti dengan mengasuh anaka selama 75-90 hari. Jika hal ini dibuhungkan dengan produksi akan merugikan peternak, karena produksi telur akan berkurang.

Beberapa usaha dapat dilakukan untuk mengurangi dan mempercepat penyelesaian sifat mengeram ini antara lain sebagai berikut :

Memandikan atau merendam ayam selama 5-10 menit kemudian ayam di jemur di panas matahari. Cara ini dilakukan selama 3-5 hari berturut-turut
Apabila ayam dipelihara pada kandang battery individual atau pada kandang litter maka posisi ayam ditukar tempat dengan ayam yang lain sehingga ayam akan menyesuaikan diri dengan tempat yang baru. Sistem ini dinamakan metode kuratif (pencegahan)
Menggunakan obat penekan sifat pengeram

Memakan telur
Peristiwa ayam yang memakan telur terjadi karena ayam kekurangan pakan terutama mineral (NaCl dan Kalsium), kekurangan grit, atau terlalu padat dalam kandang, sehingga menimbulkan udara panas yang berakibat kekurangan air minum

Rontok Bulu
Rontok bulu disebabkan oleh pengaruh hormonal dan menyebabkan penurunan jumlah produksi telur. Rontok bulu pada ayam kampung terjadi setelah ayam berumur 20 bulan atau setelah satu tahun produksi. Lama rontok bulu bervariasi antara 2-4 minggu. Apabila rontok bulu sudah terjadi makan akan tumbuh bulu yang baru yang diikuti dengan meningkatnya produksi teulur.

Suka Bertarung
Ayam buras terutama ayam kampung, ayam bangkok, dan ayam pelung jantan adalah ayam yang suka bertarung, namun demikian pertarungan pada ayam betina juga terjadi meskipun tidak sehebat ayam jantan. Pertarungan ini disebabkan oleh perebutan kekuasaan terhadap lokasi atau tempat, perebutan pakan dan air minum dan memperebutkan pasangannya yaitu ayam betina

Pertarungan antar ayam juga akan terjadi apabila sekelompok ayam betina dan bebereapa ekor ayam jantan dalam satu kandang dimasuki oleh pejantan lain. Oleh karena itu, jangan mencampur ayam yang baru ke dalam sekelompok ayam yang lain.

Suka tidur di Pohon

Nenek moyang ayam buras biasa hidup dan tidur di pepohonan. Meskipun ayam buras yang sekarang ini telah didomestikasi, karakter ini tetap di bawa hingga keturunan-keturunannya. Tujuan dari hidup di pepohonan adalah untuk menghindari predator. Pada pemeliharaan ayam buras secara extensif (berkeliaran) banyak ayam buras yang tidur di pepohonan pekarangan rumah. Ada segi positif dari kebiasaan ini, yaitu terhindar dari predator, misalnya musang, dan ayam lebih tahan terhadap penyakit. Segi negatif dari kebiasaan ini adalah ayam menjadi relatif langsing, sehingga berat badannya ringan, dan ketika ayam akan di vaksin sulit untuk menangkapnya, karena ayam mampu bertahan dan mencengkeramkan kakinya di pohon meskipun dalam keadaan tidur. Hal ini disebabkan oleh aktifitas otot pektineus (ambiens) di bagian paha (Yuwanta, 2004). Aktifnya otot itu membutuhkan banyak energi yang berkaibat berat badan menjadi ringan. Pada kandang untuk pemeliharaan semi intensif biasanya juga diberi bambu sebagai tempat bertengger ayam.
 
Semoga bermanfaat .

Jenis Pakan Ayam Kampung

0 komentar

Pakan ayam dibuat dengan berbagai bentuk dan jenis serta kegunaanya. Pemberian pakan ayam yang tidak sesuai dengan kegunaannya akan berakibat diare, kurang nafsu makan dan lebih parah lagi menimbulkan kematian. Adapun jenis pakan ayam kampung berdasar bentuknya adalah :

1. Pelet/Butiran
Pelet sebenarnya berasal dari kata "pullet" yang artinya ayam dara. Pullet sendiri dalam pengucapannya lebih gampang adalah pelet. Jenis pelet ini khusus untuk ayam dara dan ayam kampung dewasa seperti artinya dalam bahasa inggris. Bentuk pelet sendiri menurut kami adalah butiran atau bijian utuh. Jadi jenis pakan ini tidak cocok untuk anak ayam.

2. Crumble/Butiran pecah

Sama seperti pelet hanya saja berbentuk butiran atau bijian pecah. Sering kita temui bentuk crumble adalah BR1 yang sebenarnya pakan untuk ayam broiler atau ayam ras. Pakan crumble lebih cocok untuk anak ayam usia 1 bulan keatas. Jenis pakan ini tidak cocok untuk anak ayam di bawah usia 1 bulan.

3. Mash/Tepung
Jenis mash jika kami artikan adalah berbentuk tepung. Biasanya untuk campuran pakan pokok atau khusus untuk ayam usia 1hari sampai 1 bulan. Namun bentuk tepung ini jarang dijumpai di pasaran sehingga kita harus membuat sendiri pakan ayam bentuk mash ini.

Dari ketiga jenis pakan ayam berdasar bentuk di atas perlu adanya metode pemberian pakan agar tujuan dari beternak kita tercapai. Memang jenis pakan di atas jika disajikan dengan asal-asalan akan merugikan kita sebagai peternak ayam kampung. Semoga bermanfaat dan Salam sukses! 

Apakah Pemberian Pakan dengan Jagung dan Dedak bagus untuk ayam ?

0 komentar



Pemberian ransum hanya dari campuran dedak dan jagung untuk menekan biaya ransum kurang tepat. Dikarenakan keduanya tidak bisa mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ayam, seperti energi metabolisme, protein, kalsium, fosfor dan mikro nutrisi lainnya (terutama asam amino, vitamin, mineral). Akibatnya berat badan ayam akan jauh dari standar, sehingga biaya ransum yang dikeluarkan tidak seimbang dengan harga jual broiler.
Jika ransum yang digunakan sebelumnya adalah ransum komersial (buatan pabrik pakan), cara yang bisa dilakukan untuk menekan biaya ransum yang paling tepat adalah dengan memperbaiki FCR (Feed Conversion Ratio) melalui tata laksana pemberian ransum yang baik. FCR adalah nilai yang didapat dari jumlah ransum yang dikonsumsi dengan berat badan yang dihasilkan. Artinya jika FCR rendah maka biaya ransum akan efisien.
Tata laksana ransum yang baik dimulai dari cara penyimpanan ransum, persiapan sebelum memberikan ransum, saat memberikan ransum dan setelah pemberian ransum.
Hal yang perlu diperhatikan saat penyimpanan ransum :
Menerapkan sistem FIFO (First in First Out), yaitu ransum yang datang pertama diberikan lebih awal. Atau bisa juga menerapkan sistem FEFO (First Expired First Out), ransum yang tanggal kadaluarsanya lebih dekat digunakan terlebih dahulu
Pengecekan kualitas fisik secara sampling perlu dilakukan setiap 1 minggu 1 x dan kualitas kimia dilakukan setiap kedatangan ransum baru. Berkaitan dengan uji kualitas ransum, Medion menyediakan jasa analisis kualitas ransum dan jasa konsultasi tentang ransum
Gudang penyimpanan mempunyai sirkulasi udara yang bagus (Idealnya suhu gudang penyimpanan 20 - 25°C dengan kelembaban 60 - 70%). Penyimpanan sebaiknya menggunakan pallet, dilengkapi dengan blower, pelindung ventilasi untuk menjaga kenyamanan dan invansi tikus, burung liar serta serangga
Sebelum pemberian ransum :
Jumlah tempat ransum dan tempat minum cukup dan tersebar rata ke seluruh kandang. Untuk ayam umur 0 - 2 hari misalnya, membutuhkan NR DOC (nampan ransum) 15 -20 dan TMA 1G (tempat minum ayam) 12 -15 buah per 1000 ekor
Ketinggian tempat ransum sejajar dengan tinggi punggung ayam
Kebersihan tempat ransum dan tempat minum ayam terjaga
Air minum yang diberikan bersih dan selalu tersedia (karena jika konsumsi air minum rendah maka konsumsi ransum juga rendah)
Suhu kandang 25–28° C dengan kelembaban 60-70%. Jika lebih dari itu, maka perbaiki sirkulasi udara dengan menambahkan blower dalam kandang dan memberikan hujan buatan di atas atap kandang
Ransum yang akan diberikan selalu ditimbang, sehingga ter-monitoring performanya dan diketahui jumlah ransum yang habis. Selain itu diharapkan ayam selalu mendapatkan ransum dengan jumlah sesuai kebutuhan, sehingga pertambahan berat badan optimal dan efisien
Campurkan ransum dengan Top Mix (3–5 g/kg ransum) atau Top Mix HC (0,16 g/kg ransum) untuk memperbaiki FCR, sehingga ransum yang dikonsumsi sedikit tapi berat badan besar
Saat pemberian ransum ialah :
    Untuk ayam fase starter berikan ransum 4 – 9x dalam sehari dan ad libitum (selalu tersedia), karena pada fase tersebut pertumbuhan sangat cepat dan efisiensi ransum sangat tinggi. Pada fase finisher frekuensi pemberian ransum 2 – 3x dalam sehari dan perlu dipastikan sesuai dengan standar breeder. Dikarenakan pada fase tersebut nafsu makan dan konsumsi ransum tinggi namun pertambahan bobot badannya rendah. Pemberian ransum sebaiknya dilakukan saat suhu lingkungan nyaman untuk ayam. Pagi bisa dilakukan antara pukul 05.00–07.30, siang antara pukul 14.00-16.00 dan malam antara pukul 18.00–21.00. Jika perlu berikan penambahan jam makan pada tengah malam, yaitu antara pukul 00.00 – 03.00. Selain itu usahakan jumlah yang diberikan di pagi hari 30-40% dan sore sampai malam 60-70%
  • Usahakan tempat ransum ayam (TRA) jangan diisi full, karena kemungkinan ransum tercecer tinggi. Idealnya cukup ¾ dari kapasitas TRA

  • Saat memberikan ransum usahakan sekalian membersihkan tempat ransum dan mengecek air minum apakah masih tersedia

  • Jika suhu lingkungan tinggi pemberian Vita Stress perlu dilakukan di pagi dan sore hari
Setelah pemberian ransum :
Amati aktivitas ayam makan. Jika ada ayam yang tidak mendapat tempat makan atau berebutan, pastikan kecukupan dan distribusi TRA. Selain itu pastikan pemberian ransum sudah mencukupi. Jika ditemukan ayam yang kecil dibanding lainnya atau sakit, segera pisahkan dan berikan perlakuan tersendiri
Lakukan monitoring ransum yang dimakan setiap minggunya .Sekian tips dari saya,Semoga Bermanfaat.

Tips Mencampur Pakan Untuk Ayam

0 komentar


Mencampur pakan untuk ternak ayam juga ada tehniknya
Terkadang proses pencampuran ransum pakan ayam bagi peternak sesuatu hal yang sepele, sehingga di kerjakannya dengan asal campur. Setelah di aduk-aduk selesai. Gara-gara hal sepele tersebut bisa-bisa ke unggulan genetic , keunggulan produktivitas yang di miliki ayam bisa tidak akan muncul. Kenapa bisa? Ransum ayam yang biasanya terdiri dari jagung manifestasi dari karbohidrat / Energi Metabolisme, katul/ bekatul mewakili dari setengah karbohidrat dan sekumpulan multi vitamin B Kompleks, sedang konsentrat pengejawantahan dari kumpulan protein, di tambah Mineral Calsium, phosphor dan lain-lain.
Pencampuran yang tidak merata homogeny, mengakibatkan tidak setiap ayam mendapatkan asupan pakan yang komplit. Antara protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral harus saling ber- sinergi. Andai saja pencampuran ransum pakan tidak bisa homogeny, bagaimana mungkin di antara unsure-unsur pakan tersebut akan bisa menumbuhkan keunggulan genetic dan produktivitas ayam?
Jangan sia-saikan sejumlah uang yang kita keluarkan, untuk mengadakan ransum pakan menjadi percuma, hanya karena aplikasi pencampuran yang kurang tepat. Harap di ingat, biaya ransum pakan menyedot anggaran terbesar yang di keluarkan, hampir 70- 75 %. Sayang jika terbuang muspro.
Baiklah, segera saja saya paparkan langkah tahap per tahap di bawah ini :
  1. Hamparkan katul/ bekatul di lantai yang sudah di bersihkan dari kotoran debu, kaca, krikil, plastic ataupun potongan kertas. Harus benar-benar bersih. Jika ada katul/ bekatul yang menggumpal harus di lembutkan lagi.
  2. Lalu hamparkan jagung/ katul jagung, pilih salah satu, di atas hamparan katul/ bekatul. Merata, menutupi semua katul/ bekatul.
  3. Kemudian hamparkan Konsentrat di atas hamparan jagung/ katul jagung merata menutupi, hamparan jagung/ katuljagung.
  4. Mineral, bisa pakai mineral Medion/ mineral B12 dari PT Eka/ mineral hijau/ atau kombinasi di antara ke tiganya ( ini bukan promosi )
  5. Bagi hamparan pakan tadi menjadi empat bagian sama rata. Lantas mulai di aduk-aduk dimulai dari paling ujung.
  6. Setelah adukan sudah dirasa rata, lalu di pindahkan ke sisi lain. Mulai lagi mengaduk tiga bagian yang masih tersisa satu persatu. Adukan yang sudah merata di pindahke sisi lain diatas adukan yang pertama tadi, begitu terus hingga empat bagian pakan tadi terpindahkan semua ke sisi lain,yang seharusnya sudah mengunung ke atas.
  7. Pindahan adukan pakan yang sekarang berbentuk menyerupai gunung, mulai dipindahkan lagi ke sisi semula/awal. Pengambilan adukan pakan yang mengunung tadi , dimulai dari tengah, sehingga sisi kiri dan kanan pakan yang menggunung melorot saling tindih antara sisi kanan dan kiri. Terus saja pindahkan dan pindahan pakan inipun di buat menggunung lagi, hingga gunungan pakan ke satu, pindah ke gunungan pakan kedua.
  8. Proses pengadukan ransum pakan sudah selesai, tinggal memasukan ke dalam karung. Proses pemasukkan dalam karung, juga di mulai dari bagian tengah gunungan, dengan maksud karena sisi kanan dan kiri gunungan melorot saling tumpang tindih, secara otomatis kan sudah mencampur sendiri. Sehingga campuran makin Homogen. Untuk tambahan jangan mencampur pakan untuk stock, lebih dari tujuh hari masa pakai.Di kwatirkan akan terjadi oksidasi sehingga nilai gisi ransum tanpa di sadari berkurang/ menurun.
Semoga Bermanfaat .

Formula Pakan Untuk Ayam Buras

0 komentar
Cara pembuatan pakan/ransum untuk ternak ayam buras
Ayam buras atau ayam kampung, merupakan salah satu sumber daya pertanian yang telah lama kita miliki. Hampir disetiap desa di seluruh Indonesia, penduduknya telah mengenal ayam buras. Mulai dari Petani yang kaya hingga petani kecil dengan cara pemeliharaan yang berbeda-beda. Faktor yang terpenting pada usaha pemeliharaan ayam buras adalah pakan. Hampir 60-80% dari komponen ayam produksi perlu dipatok untuk pengadaan pakan ini. Biaya pakan ini bisa kita tekan dengan cara menggunakan bahan pakan yang berharga lebih mewah namun mempunyai nilai gizi sama/lebih dengan pakan ternak yang telah ada sebelumnya. Salah satu upaya kearah ini adalah dengan menyusun sendiri ransum pakan ternak dengan menggunakan bahan yang ada disekitar kita.
Berikut Tata cara pembuatan pakan/ransum untuk ternak ayam buras :

Bahan Makanan Untuk Pakan
Agar diperoleh pakan ternak yang bermutu dan tersedia setiap saat, perlu dicarikan bahan makanan yang baik dari sumber nabati, hewani dan limbah pertanian seperti:
a. Jagung; dedak halus; ampas kelapa; ubi kayu; beras mentah/gabah; dll.
(sumber nabati).
b. Kacang hijau; kedelai; bungkil kalapa; bungkil kedelai; ampas tahu; dll.
(sumber protein).
c. Tepung ikan; bekicot; cacing tanah; ulat; kumbang, dll (makanan asal hewan).
d. Tepung tulang; tepung karang (bahan mineral);
e. Daun lamtoro; daun turi; daun kangkung; rumput alam; daun ubi kayu, daun bayam, dll ( bahan asal hijauan ).

Beberapa Formula Untuk Pakan Ayam Buras
Formula pakan yang diberikan peternak beraneka ragam, dan pemberiannyapun disesuaikan dengan ketersediaan bahan makanan pada daerah tempat tinggalnya.

a. Formula pakan ayam buras Tepung Gamal
1. Jagung : 35 % ;
2. Kedelai : 20 % ;
3. Bekatul : 30 % ;
4. Tepung ikan : 10 % ;
5. Tepung gamal : 3 % ;
6. Kapur : 1 % ;
7. Minyak kelapa : 1 % ;

Cara Pengolahan :
- Daun gamal dikeringkan, dihancurkan, digiling, dicampur dengan bahan ransum sesuai komposisi.
- Konsumsi ransum optimal 58,47 gr/ekor/hari
- Konservasi ransum : 3,54 gr/ekr/hari
- Umur anakan ayam 10 -60 hari
- Sistem pemeliharaan intensif
- Skala minimal 100 - 150 ekor
- Penambahan bobot badan 16.52 gr/ekor/hari
- R/C : 2,35

b. Komponen Paket Teknologi Ampas Sagu,
1. Jagung : 65 % ;
2. Bungkil Kedelai : 24 % ;
3. Tepung ikan : 5 % ;
4. Ampas sagu : 5 % ;
5. Kapur : 0.5 % ;
6. Minyak kelapa : 0.5 % ;

Cara Pengolahan :
- Limbah sagu dikeringkan, digiling, dicampur merata dengan pakan sesuai komposisi.
- Konsumsi ransum optimal 56.01 gr/ekor/hari
- Konversi ransum : 3,9 gr/ekor/hari
- Umur anakan ayam : 10 - 60 hari
- Sistem pemeliharaan, serta skala minimalnya seperti pada butir a diatas
- Pertambahan bobot badan : 14,34 gr/ekor/hari, dengan R/C = 1 : 6
Cara Pemberian Pakan
Pemberian pakan ayam buras yang perlu diperhatikan adalah menghindari pakan berhamburan dari wadahnya, dengan cara mengisinya hanya separoh hingga 2/3 bagian kedalam tempat makanan yang diberikan. Dapat juga pakan dicampur sedikit air hingga membentuk bubur. Pakan diberikan minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan petang hari, air minum perlu disediakan secara tidak terbatas.
Semoga bermanfaat .

Teknik & Metode Pemberian Pakan Pada Ayam

0 komentar

Pemberian pakan sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan ayam kampung. Pakan atau dalam bahasa peternak disebut ransum merupakan konsumsi wajib. Pakan juga merupakan pengeluaran terbesar dari ternak ayam kampung. Apalagi harga pakan yang makin hari makin tinggi. Melalui posting ini saya akan berbagi beberapa metode pemberian pakan ternak ayam. Dengan tujuan memilih metode atau cara mana yang terbaik dalam pemberian pakan yang terbaik. Dari beberapa metode tersebut mari kita cermati keunggulan dan kekurangan masing-masing metode atau cara pemberian pakan ternak ayam kampung. Berikut ini ada beberapa metode atau cara pemberian pakan ternak ayam kampung :

1. Metode All Mash
Metode all mash adalah metode atau cara pemberian pakan ternak ayam kedalam wadah yang berisi ransum dengan kandungan nutrisi yang cukup dan disajikan ke ternak. Metode ini paling banyak digunakan oleh peternak Indonesia

  2. Metode Prasmanan
Metode prasmanan ini adalah metode yang digunakan dengan memberikan berbagai macam makanan dalam wadah yang berbeda. Berbagai macam pakan ini berupa biji-bijian, daun-daunan, bahkan dari unsur hewani disajikan dalam wadah yang berbeda. Dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan ayam. Dengan banyaknya pakan atau ransum ayam akan memilih mana yang ia sukai. Metode prasmanan ini banyak digunakan untuk penelitian. Jika anda peternak ayam kampung pemula (seperti saya) ada baiknya membuat beberapa kandang terpisah dengan mencoba berbagai racikan, kemudian diteliti mana yang lebih disukai ayam, dan mana yang menghasilkan produk optimal.

3. Metode Mash Grain
Metode ini berupa penggabungan metode di atas, hanya saja ada beberapa unsur yang diperbanyak. Dengan tujuan mendapatkan hasil yang optimal (memacu kuantitas dan kualitas hasil ternak).

Dari berbagai metode tersebut masih dibagi menjadi beberapa tips yaitu pemberian ransum antara basah dan kering, baik butiran maupun pelet, dengan keterbatasan waktu, untuk posting selanjutnya adalah tempat ransum terbaik dan waktu pemberian pakan yang tepat dll. Tunggu di posting berikutnya ya .

Semoga Bermanfaat .

Hal Yang Harus Dihindari !!!

0 komentar
Hal-hal yang harus dihindari saat memelihara DOC ayam kampung super
Ada beberapa hal yang harus anda hindari saat perawatan doc ayam kampung super, terutama umur 0 - 30 hari. Berdasarkan pengalaman saya dalam merawat dan membesarkan doc ayam kampung, sedikitnya mencatat ada lima hal yang sebaiknya dihindari. Insya ALLAH dengan menerapkan tips ini maka doc anda akan sehat dan cepat besar karena kesehatan dan pertumbuhan ayam yang sehat nantinya berawal dari pemeliharaan semenjak kecil.  Jadi sangat penting untuk merawat doc dengan benar. Tips ini juga berlaku untuk jenis-jenis ayam yang lain. 

1.  Jangan menempatkan doc yang baru menetas sembarangan di tempat yang kurang rapat, apalagi dicampur dengan induknya. DOC membutuhkan kandang yang rapat dan hangat oleh karena itu berilah lampu yang cukup selain itu juga agar DOC tsb bisa makan sepanjang hari sehingga pertumbuhan sehat dan maksimal.  Jangan biarkan induknya yang memelihara DOC, walau jumlahnya sedikit cuman 5 ekor,
continue reading...hal ini untuk mencegah supaya menjaga tidak mudah tertular penyakit ayam dewasa dan tidak diganggu ayam yang lain.  Berilah ventilasi secukupnya.

2.  Jangan memberi pakan yang kasar, terutama pada ayam umur 5 - 7 hari.  Sebaiknya pakan yang digunakan adalah pakan pabrik BR1 dan pada umur tsb ditumbuk hingga halus karena paruh mereka masih kecil dan sistem pencernaan masih belum sempurna.  Selain itu selama 30 hari sebaiknya pakan yang diberikan khusus pakan BR1 karena kandungan atau komposisi nutrisinya sudah cukup baik.  Berikan pakan yang cukup serta minuman diganti setiap hari.

3.  Menunda dalam memberi vaksin.  Justru vaksin bisa langsung diberikan begitu DOC sudah sehat.  Vaksin yang sering saya berikan adalah untuk mencegah penyakit ND/tetelo yang sangat ganas. Bisa menggunakan vaksin ND Hitcner yang bisa didapatkan di toko ternak ayam.  Aplikasi bisa lewat air minum ataupun tetes mata dan mulut.  Vaksin diberikan pada umur 4 hari, 4 minggu dan empat bulan.  Vaksin yang lain seperti gumboro, flu burung, dll bisa juga anda terapkan. Jangan ditunda-ditunda !

4.  memberikan vitamin atau mineral secara sembarangan.  Menurut pengalaman saya, saya hampir tidak pernah membeli vitamin dari pabrik.  Cara yang sederhana yaitu cukuplah kita meramu dari daun-daunan dan temu-temuan untuk memberikan vitamin dan mineral yang cukup, selain itu juga berguna untuk menjaga stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.  Bahan-bahan nabati tsb direbus kemudian air rebusan diberikan untuk minuman DOC. Daun-daunan yang sering saya pakai yaitu daun pepaya, daun salam, daun cengkeh, daun singkong, temu lawak, temu ireng, kunir, kencur maupun laos, kulit bawang juga bisa.

5.  Populasi DOC dalam satu kotak/kandang jangan terlalu padat.  Silakan dikira-kira, mungkin pembaca ada yang tahu ukurannya.  Berdasar pengalaman saya, selama 0-20 hari bisa ditempatkan di kandang kotak beralaskan ram kawat, sedangkan umur 21 hari keatas sudah bisa di atas tanah atau di tempatkan di kandang yang agak longgar.  Harap diingat populasi yang terlalu padat bisa menyebakan ayam sering kanibal. INi berbahaya, oleh karena itu beri pakan dan minuman yang cukup jangan sampai ada yang kosong.  Penting juga untuk membesihkan kotoran ayam secara teratur, karena kotoran yang menumpuk akan mengandung gas-gas yang berbahaya sehingga menganggu kesehatan ayam.  Oya, saya ada tips khusus untuk anda, untuk menghindari ayam kanibal dan menambah vitamin serta nasu makan ayam, saya biasa menggantunkan daun singkong atau pepaya di dalam kandang yang nantinya bisa dipatuki ayam, dengan demikian ayam akan selalu makan, tidak melamun.

Semoga bermanfaat .

Tips Agar DOC Tidak Mudah Mati

0 komentar
 
 
Untuk ayam yang baru menetas dari induk nya, misalnya ayam menetas awal pagi, anak ayam tersebut jangan langsung di ambil, biarkan dulu tinggal sama induk nya di sarang, kira2 selama 17 jam. Ketika ayam mau di masukan ke dalam kotak kandang [seperti yang kita lihat pada gambar atas], sebaiknya, nyalakan lampu yang ada di dalam kotak tersebut, 2 jam sebelum anak ayam / DOC di masukan.

Didalam kotak tersebut, jangan menggunakan sekam sebagai alas nya, sebaiknya menggunakan koran bekas sebagai alas (pengganti sekam). gunakan sekam setinggi 5 lembar. Jadi koran bekas (tapi bersih) di tumpuk setinggi 5 lembar, didalam kotak tersebut, agar kondisi suhu di dalam kandang buatan tsb tetap stabil.

Pemberian Air Minum:
Masukan air minum di galon yang berukuran kecil dengan sedikit campuran vitamin.
Misalnya untuk ayam 75 ekor s/d 100 ekor:

* vitamin C - 1 gr
* vit E & selenium - 1 gr
* glucoline - 5gram/liter air

Jika anda tidak mempunyai vitamin2 tersebut, kita bisa membeli glukosa yang biasa di gunakan untuk minuman anak kecil , atau cari saja di toko dengan menanyakan glucoline atau glucose. Tujuan di beri glucoline adalah, untuk mengurangi dehidrasi selama di sarang atau di mesin tetas, atau selama perjalanan (kalau membeli anak ayam dari tempat jauh)

Untuk 100 gram glucoline bisa menghasilkan
* Energy- 375 (kcal)
* carbohydrates 99 gram
* vit c 100 mg

Bagai mana jika tidak menemukan glucoline? tidak di dapat di toko atau mahal?
Jangan kuatir kita akan mencari alternative lain yang fungsi nya sama.

Gunakan gula merah sebagai pengganti dari glucoline:
Gula merah di sini adalah gula aren , tahu tidak gula aren? saya juga sering melihat gula merah di pasar, akan tetapi gula tersebut bukan gula aren, tapi gula yg terbuat dari tebu, ya tidak apa2 walaupun tidak ada gula aren, gunakan saja gula merah yang di buat dari tebu , akan tetapi bila gula aren ada, sebaiknya gunakan saja gula aren.

Dosis gula merah untuk 75 ekor ayam:
Dosis yang di gunakan adalah , 2 gram gula merah, di campur dengan air 1 sampai 1,5 litter, hati2 jika dosis yang di gunakan berlebihan, anak ayam atau DOC akan mengalami mencret.

Cara penyajian:
Gula merah untuk minuman anak ayam tadi,
rebus air 1.5 liter sampai mendidih
Masukan gula merah kedalam air yang masih mendidih tunggu sampai hancur.
Jika gula merah sudah masak (menurut perkiraan) dinginkan air rebusan gula merah tersebut, ketika sudah dingin, berikan kepada anak ayam yang berada di kotak pemanas tadi.

Jika gula merah tidak ada, boleh juga menggunakan semangka merah yang sudah masak, buang bijinya dan kasih semangka kepada anak ayam, sebagai makanan pertama .

Semangka adalah sudah lama di gunakan untuk menghantar anak ayam ke tempat yang jauh, saya juga sering memberikan buah semangka ke pada anak ayam, jika anak ayam mau di hantar keluar negri, atau kira2 perjalanan melebihi 10 jam.

ok kita lanjutkan- sebelum memasukan anak ayam kedalam kotak tersebut [baca artikel sebelumnya di sini], kehangatan sudah mencapai 30 sampai 32 derajat celcius, atau minimal 28 samapi 30 derajat celcius.

Jika pemanas sudah di masukan dan air juga sudah di siapkan, dan suhu kehangatan sudah stabil, lalu kita masukan anak ayam kesayangan kita yang 75-100 ekor tsb, tapi jangan di kasih makanan dulu.

Biarkan anak ayam atau DOC meminum air gula sampai 2 jam, untuk memastikan anak ayam minum air gula tersebut.

Ketika 2 jam sudah berlalu, dan anak ayam sudah minum air gula tsb, (gula sebagai alternative untuk menggantikan glucoline atau elektrolite yang berfungsi untuk mengembalikan atau menstbabilkan energy yang ada di dalam tubuh ayam, jika ayam mengalami dehydrasi , maka dengan memberikan air gula, glucoline, elektrolyte dll, cairan di dalam tubuh ayam akan kembali normal.)

Ok- 2 jam sudah berlalu, kita tinggal meberi makanan anak ayam, untuk makanan, sebaiknya mebeli makanan untuk broiler starter, atau untuk permulaan, sebelum di berikan kepada anak ayam, sebaiknya makanan tersebut kita tumbuk dulu, untuk memastikan butiran makanan lebih kecil. hanya untuk makanan pertama saja kita tumbuk sampai halus, untuk kedua kalinya , makanan tsb, tidak usah di tumbuk lagi, karena anak ayam sudah mengetahui cara makan nya.

Jika tidak di tumbuk, atau butiran makanan terlalu besar, anak ayam yang baru berusia satu hari ini, akan mengalami kesulitan dalam pemakanan, jadi kalau makanan di tumbuk dulu, anak ayam akan langsung bisa menelan butiran yang kecil, dan akan semakin cepat memakan makanan yang kita berikan tadi.
 
Semoga bermanfaat .

Panduan Ternak Ayam Kampung Pedaging

1 komentar


Kebanyakan orang memelihara ayam kampung hanya sebatas memelihara saja tanpa memperhatikan aspek-aspek keuntungan yang akan didapat dari hasil beternak ayam kampung, dan kadangkala tidak tahu cara memeilha ayam kampung yang baik, nah kali ini penulis share cara memeilhara ayam kampung pedaging agar ternaknya tumbuh sehat dan menghasilkan uang .
mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Bibit

Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

2. Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
  • 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
  • 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
  • 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
  • 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
  • 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
  • 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
  • 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
  • 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.

3. Perkandangan


Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.

Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.

Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.

4. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
  1. Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
  2. Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
  3. Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.

5. Pengendalian Penyakit
 

Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain

Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :

a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada

b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

c. Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

d. Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya

e. Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

6. Pasca Panen dan Pemasaran

Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 - Rp 22.000/ekor di tingkat peternak.

7. Pengelolaan Produksi

Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

Mudah-mudahan uraian di atas dapat menambah pengetahuan kita dalam hal beternak dan menjadikan cara beternak kita lebih baik. Saran dan kritik selalu kami nantikan untuk kemajuan kita bersama. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita bersama,amiin.

Semoga bermanfaat .