Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2012

Kandang untuk Pembesaran Ayam Kampung

1 komentar

kandang-ayam.jpegBerbicara masalah kandang untuk ayam kampung mungkin masalah yang masih asing bagi kita, maklum system pemeliharaan ayam kampung selama ini masih bersifat umbaran (ekstensif). Yaitu ayam kampung dibiarkan tidur di mana saja yang penting masih terlihat pulang ke rumah. Padahal kalau kita sedikit meluangkan waktu untuk memperhatikan masalah kandang ayam kampung maka tidak mustahil banyak sisi manfaat yang akan kita dapatkan. Karena mau diakui atau tidak kandang memegang peranan penting sebagai penyebab timbulnya penyakit dan penyebaran penyakit.Pada peternakan-peternakan dengan model semi intensif atau intensif, kandang ayam kampung sudah mendapat perhatian khusus. Mereka sudah pelajari dan sadar akan pentingnya fungsi kandang untuk ternak mereka seperti halnya arti pentingnya rumah untuk tempat tinggal kita. Apakah kita akan bisa merasa nyaman, enjoy, dan menghasilkan karya terbaik kita di rumah yang kumuh, berdebu, berbau, tidak aman atau bahkan di rumah yang tanpa atap? Ternak kita pun sama, mereka akan demikian dan sebaliknya mereka akan mampu menampilkan produksi terbaiknya kalau kandang yang mereka tempati bersih, nyaman, bersih, udaranya segar, aman dan terlindung dari semua hal yang bisa membahayakan bagi ternak itu sendiri.Di antara syarat kandang yang baik untuk pemeliharaan ayam kampung antara lain :
  1. Terpisah dengan daerah permukiman penduduk minimal 10 meter
  2. Lantai kandang diusahakan lebih tinggi dari tanah sekelilingnya agar kandang selalu kering dan bersih
  3. Kandang tidak lembab dan bocor, sehingga perlu mengganti atau menambah litter secara periodik
  4. Sinar matahari diusahakan bisa masuk, untuk itu diupayakan kandang dibangun membujur dari arah Barat-Timur
  5. Bahan kandang yang digunakan cukup melimpah ketersediannya dan harganya pun murah
  6. Sirkulasi udara cukup baik, lancar dan segar sehingga mampu mengusir bau tidak sedap amoniak atau lainnya
  7. Kandang dibangun mengacu kepada standar kepadatan kandang yang ideal
  8. Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara periodik
Kandang untuk pemelihraan ayam kampung dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, ada kandang untuk umur 1-20 hari, 21-40 hari, 41-60 hari, 61-90 hari dan kandang untuk isolasi. Berikut kami uraikan sedikit tentang kandang ayam kampung sesuai tingkat umur pemeliharaan :
Kandang untuk umur 1-20 hari
kandang-bok.jpegKita mungkin lebih sering menyebutnya dengan istilah kandang bok, karena bentuknya kotak, semua sisi tertutup rapat kecuali bagian atas. Bagian atas dibiarkan terbuka atau bisa juga ditutup dengan bilah-bilah bambu dengan jarak 2 cm. Sedangkan bagian bawah terbuat dari kerangka dari bilah bambu lalu dialasi dengan kardus atau kertas semen. Ukuran bok yang dibuat sangat fleksibel yang penting mengacu pada efisiensi bahan dan kepadatan kandang. Bok kalau memungkinkan bisa dilengkapi dengan kaki setinggi 20-25 cm. Kepadatan kandang yang dianjurkan untuk kisaran umur ini adalah 1m2 untuk 40-45 ekor dan bisa dikurangi 5 ekornya tiap minggunya. Pemeliharaan DOC di kandang bok mutlak memerlukan lampu penghangat atau yang biasa disebut pemanas (brooder). Suhu dalam kandang bok diusahakan antara 30-32ÂșC atau dengan melihat penyebaran anak ayam dalam kandang bok. Kalau anak ayam menyebar merata berarti suhu sudah pas (ideal), kalau menggerombol di bawah lampu pemanas berarti kedinginan dan kalau menjauhi sumber panas berarti suhu kepanasan. Dan alangkah baiknya kalau kita merancang model kandang bok yang mudah diangkat dan dipindahkan ke tempat lain (portable).
Kandang untuk umur 21-60 hari
kandang-20-60hari.jpegPara peternak di Jawa Timur (Malang, Mojokerto, Kediri, Jombang, Blitar, Tulungagung, Surabaya) biasanya menerapkan pemeliharaan untuk ayam kampung untuk tujuan pedaging hanya sampai umur 60 hari sehingga kandang ini adalah kandang terakhir untuk pemeliharaannya sebelum ayam di panen. Ada dua model kandang yang digunakan oleh peternak pada fase ini yaitu peternak yang masih menggunakan bok seperti pemeliharaan sebelumnya dan peternak yang memilih menggunakan kandang bentuk postal (litter). Kandang postal adalah kandang dengan alas tanah yang dicampuri sekam padi, kapur dan pasir. Kedua model tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang penting pada masa pemeliharaan ini adalah masalah kepadatan kandang (carrying capacity) yaitu 1m2 untuk 30-35 ekor dan berkurang 5 ekor setiap minggunya sehingga pada umur 60 hari per m2 hanya cukup 7-10 ekor saja.
Kandang untuk umur 61-90 hari
kandang-60-90hari.jpegUntuk pemasaran ayam kampung pedaging di daerah-daerah tertentu seperti Batam, Balikpapan dan Jakarta, berat yang diinginkan biasanya sekitar 9 ons - 1,2 kg. Sehingga tidak ada pilihan bagi peternak yaitu dengan menambah jumlah hari pemeliharaan sekitar satu bulan lagi. Model kandang yang banyak dipakai untuk pemeliharaan fase ini adalah postal dan slot (kandang panggung). Kedua model tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang penting pada masa pemeliharaan ini adalah masalah kepadatan kandang (carrying capacity) yaitu 1m2 untuk 7-10 ekor dan berkurang 0,5-1 ekor setiap minggunya sehingga pada umur 90 hari per m2 hanya cukup 5-7 ekor saja. Kalau kita akan menggunakan kandang yang model slot, alangkah baiknya kalau di bawah kandang di bangun kolam ikan untuk lebih efisiensi tempat.
Kandang Isolasi
Kandang ini berfungsi sebagai kandang karantina (isolasi) terhadap ayam-ayam yang menunjukkan gejala sakit, luka karena saling patuk, atau mungkin ayam yang sudah terserang penyaikt tertentu. Penempatan ayam pada kandang isolasi ini harus memperhatikan faktor penyebab ayam. Jangan menempatkan ayam yang luka karena saling patuk dengan ayam yang terkena penyakit kolera atau lainnya. Dengan adanya kandang isolasi ini diharapkan keadaan ayam akan pulih dan semakin membaik kondisinya seperti sedia kala. Yang penting dalam pembuatan kandang ini adalah penempatan kandang. Kandang isolasi sebaiknya ditempatkan terpisah dan jauh dari kandang ayam sehat.

sumber : http://sentralternak.com/

Mengatasi Gumboro,ND & CRD

0 komentar


GUMBORO, VAKSIN DAN KEKEBALAN

“Apakah ada vaksin (maksudnya: Vaksin Gumboro) yang tangguh menjadi benteng sebenarnya?” ujar Durrahman, seorang peternak ayam potong di kawasan pegunungan seribu Wonosari Yogyakarta.
Memang cukup beralasan keluhan yang bernada pertanyaan itu disampaikan Durrahman itu kepada Infovet yang ditemui di kandangnya yang relatif besar. Lokasi kandang sebenarnya cukup panas karena pepohonan meranggas di mana daun-daun pohon besar yang biasa melindungi itu rontok jika memasuki awal musim kemarau.
Sebenarnya lokasi kandang itu berada di kawasan yang kurang ideal, sekadar untuk tidak mengatakan tidak memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ayam potong. Aspek suhu lingkungan yang panas dan juga volume cadangan air sangat terbatas bagi usaha peternakan adalah contohnya.
Namun demikian kondisi yang sangat minimalis itu tetap tidak menyurutkan niat dan tekad Durrahman untuk berusaha menekuni usaha itu. Meski baru berjalan sekitar 3-4 tahun, namun jika dilihat dari perkembangan tingkat kesejahteraan keluarganya, maka Durrahman termasuk cukup berhasil.
“Saya mencoba menentang arus dan melawan sebagian besar pendapat para praktisi perunggasan bahwa kawasan usaha saya tidak cocok sebagai tempat beternak ayam potong,” tuturnya.
Mantan pekerja kandang ayam di Bogor yang kembali ke desanya itu mencoba usaha itu di desanya oleh karena aset yang dimiliki dan ketrampilan hanya itu.
Selepas dari Bogor meneguhkan minat dan tekadnya untuk menjadi peternak mandiri skala kecil-kecilan.
Oleh karena lokasi tempat tinggalnya yang merupakan aset utama berada di pegunungan gersang setiap kali musim kemarau menjelang, dicoba untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Ketika ditanyakan kendala dan hambatan untuk mengembangkan lebih besar usahanya disamping kesulitan mendapatkan lahan yang luas dan jauh dari pemukiman penduduk juga karena ada salah satu penyakit yang selama ini masih dianggap sulit diantisipasi dan dihadapi. Penyakit itu adalah Gumboro.
Menurutnya program kesehatan seperti vaksinasi sebagaimana disyaratkan telah dilakukan dengan ketat. Oleh karena itu Durrahman mencoba menantang para pemasar vaksin untuk berani memberikan jaminan bebas gangguan selama pemeliharaan, ternyata tidak ada yang berani.
“Apakah ada vaksin (maksudnya: Vaksin Gumboro) yang tangguh menjadi benteng sebenarnya,” ujar Durrahman kepada Infovet mengulangi tantangannya setiap bertemu dengan para tenaga kesehatan lapangan.
Dan, hampir tidak ada yang berani memberikan jaminan, umumnya saran dan nasehat, nyaris seperti nasehat juragannya dahulu waktu di Bogor kepada dirinya dan pekerja kandang agar menjaga kebersihan dan terus melakukan penyemprotan.
Terkadang, lanjut Durrahman, ia mengambil sebuah kesimpulan akhir bahwa penyakit ayam sudah seperti bagian tak terpisahkan dari usaha perunggasan. Sebab atas dasar pengalamannya sebagai anak kandang hampir pasti ada gagguan penyakit dari yang ringan sampai yang ‘ganas’.
Menurutnya belum pernah sekalipun dalam satu periode yang mulus dan lolos dari sergapan penyakit.
Khusus penyakit Gumboro, memang termasuk momok dan membuat pengelola senam jantung. Sebab terkadang, menerjang ketika usia masih belum layak panen, tetapi juga paling sering ketika sudah mendekati usia panen.
“Pertumbuhan dan performans ayam sangat bagus juga harga pasar yang sedang tinggi… eee Gumboro muncul. Seolah seperti terbangun dari tidur ketika sedang mimpi indah.” ujarnya seolah menceritakan harapan yang musnah seketika.
Selama ini Durrahman mengatasi kasus Gumboro ketika usia masih awal atau muda hanya dengan pemberian air gula atau sorbitol dan parasetamol (zat aktif penurun panas) dan semprot kandang secara teruis menerus.
Pengalamannya cara itu memang tidak bisa mengatasi dengan sempurna namun mampu menekan angka kerugian yang mungkin akan jauh lebih besar jika di revaksinasi.
“Pemberian air minum yang mengandung zat manis-manis mampu menekan kematian dan munculnya kerdil sampai 30%. Selama saya menjadi anak kandang cara dan metoda itu setidaknya masih yang terbaik” tuturnya.
Kembali ia bertanya ke Infovet, apakah ada cara lain lagi selain vaksinasi yang ternyata tidak bisa menjamin 80% sakalipun apalagi 100% bisa terbebas dari gangguan penyakit Gumboro.
Bahkan yang paling memprihatinkan jika penyakit ini muncul seolah penyakit lain antri untuk ikut melemahkan ayam, sehingga tidak heran jika para peternak termasuk dirinya begitu traumatis dengan Gumboro.
Meskipun traumatis namun oleh karena kenyataan itu harus dihadapi maka setiap peternak, menurut Durrahman pasti mencoba mencari solusi sendiri atas dasar pengalaman dan improvisasi lapangan.
Seperti caranya selama ini, masih dianggap solusi terbaiknya. Pertanyaannya apakah ada pengalaman peternak lain yang lebih sukses dan mulus menghadapi Gumboro?

Kekebalan Broiler
Untuk menjawab pertanyaan dan kegelisahan peternak ini, kita mesti memahami ihwal kekebalan ternak ayam.
Sama dengan tubuh manusia, tubuh hewan juga rentan dengan gangguan bibit penyakit. Artinya diperlukan juga sistem imun yang kuat untuk menangkal berjangkitnya bibit penyakit pada tubuh ternak tersebut.
“Fungsi sistem imun sangat penting untuk kesehatan ternak terutama ayam broiler yang mempunyai batasan umur pemeliharaan,” Akademisi Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau drh Jully Handoko mengatakan.
Dikatakan alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini, tujuan dari pemeliharaan ayam broiler adalah pencapaian berat badan yang optimal dengan penerapan tatalaksana pemeliharaan yang maksimal.
Berat badan ayam broiler yang optimal hanya didapat bila ternak sehat dan tidak ada gangguan bibit penyakit, artinya peternak harus mengesampingkan atau memangkas ancaman bibit penyakit yang akan menggerogoti ayam broiler peliharaannya tersebut.
Jully mengatakan pada kasus Gumboro, pada Gumboro bentuk dini akan merusak sistem kekebalan ayam secara masif. Kerusakan ini tidak akan sembuh kembali, akibatnya akan terjadi imunosupresi yang permanen pada ayam dimaksud. “Dan inilah awal kerugian yang sebenarnya pada peternak ayam broiler,” tegas Jully.
Senada dengan Jully, Drh Budi alumni FKH UGM angkatan 1980 menambahkan, imunosupresi yang dipicu oleh Gumboro juga dapat menyebabkan ayam lebih muda atau rentan terinfeksi oleh pelbagai penyakit lain dan parahnya lagi adalah tidak responnya sistem kebal yang dimiliki ayam terhadap vaksinasi untuk jenis penyakit lainnya.

Bursa Fabrisius
Sistem kebal ayam dan ternak lain merupakan sistem yang sangat komplek. Pada ayam, ada dua organ tubuh yang berhubungan dengan sistem kebal, yakni bursa dan timus.
Bursa sebagian besar berisi sel B yang berperan dalam memproduksi antibodi humoral atau yang bersikulasi, sedang timus sebagian besar berisi sel T dengan fungsi mengenal dan menghancurkan sel yang terinfeksi bakteri atau virus, mengaktifkan makrofag dalam fagositosis dan membantu sel B dalam memproduksi antibodi.
Pada masa embrio, kedua sistem ini diprogramkan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap penyakit, artinya kekebalan yang didapat sebagai akibat pernah menderita penyakit infeksi atau karena inokulasi dengan bahan-bahan penyebab penyakit yang telah diubah bentuknya.
Di samping itu, virus penyakit Gumboro tidak hanya menyerang bursa, yang dapat menyebabkan gangguan terhadap kemampuan produksi antibodi humoral, tapi juga dapat menyerang timus yang akan menghancurkan kekebalan berperantara sel.
Bila infeksi terjadi sebelum ayam berumur 3 minggu maka kerusakan akibatnya bersifat permanen, sedang bila infeksi terjadi setelah ayam berumur 3 minggu, kerusakan tersebut tampaknya bersifat sementara dan sistem kebal ayam yang sembuh kembali akan berfungsi lagi dalam waktu 2-3 minggu pasca infeksi.

Antibodi Maternal
Lalu bagaimana mengatasi infeksi pada anak ayam, kembali drh Jully Handoko menegaskan bahwa anak ayam telah memperoleh antibodi pasif yang didapat dari induknya melalui kuning telur (antibodi maternal), ini dapat dilakukan dengan cara mengusahakan tingkat antibodi humoral tetap tinggi pada ayam induk atau parent stock.
Hal ini sangat efektif dalam mencegah dan melindungi anak ayam dari infeksi. “Pihak breeder tetap memegang peran penting dalam memangkas munculnya kasus-kasus penyakit akibat imunosupresi,” imbau akademisi Fapertapet UIN Suska ini.
Di samping itu, antibodi maternal tidak hanya melindungi anak ayam terhadap infeksi, tetapi juga akan menghalangi pembentukan antibodi aktif terhadap IBD.
Telah diketahui bahwa waktu paruh antibodi maternal IBD berkisar 3-4 hari, dan ayam yang memiliki antibodi maternal dengan titer yang tinggi, maka tingkat antibodi maternalnya akan berkurang jauh lebih cepat bila dibanding dengan ayam yang mempunyai titer antibodi maternal rendah.

Tindakan Pencegahan
Lalu, apa yang harus dilakukan peternak untuk mencegah infeksi Gumboro penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh ayam ini?
Merujuk pada konsep lapang dari pengalaman peternak, drh Budi menuturkan bahwa ada 3 cara tindakan preventif infeksi dini virus Gumboro yang dapat dilakukan peternak yaitu”
1) Mencegah ayam kontak dengan virus Gumboro,
2) Memberi vaksin pada ayam induk sehingga anak ayam memperoleh perlindungan melalui antibodi maternal, dan
3) Memberi vaksin pada anak ayam dengan jenis vaksin Gumboro aktif yang non virulen.
Berulangnya kasus Gumboro di tingkat peternak lebih disebabkan oleh faktor ekonomis. Maksudnya adalah pada ayam broiler seyogyanya vaksinasi Gumboro dilakukan dua kali, namun mengingat biaya yang dikeluarkan peternak cukup tinggi, maka peternak hanya melakukannya sekali selama periode pemeliharaan.
Hal ini berdampak negatif, di mana Gumboro akan menimbulkan serangannya pada saat-saat mendekati panen. “Inilah yang perlu diwaspadai peternak,” tegas Budi yang juga menghimbau, di samping Gumboro, peternak juga mesti tetap waspada terhadap jenis penyakit lain yang juga dapat menurunkan imunitas ayam. Penyakit tersebut adalah CRD dan Koksidiosis.

Eliminir Faktor Pemicu
Sementara itu M Hadie peternak broiler di Panam pinggiran Kota Pekanbaru mengatakan bahwa dalam penanganan Gumboro diperlukan perhatian serius terhadap faktor-faktor pemicu berjangkitnya penyakit tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, faktor kepadatan kandang saat minggu pertama pemeliharaan perlu diperhatikan, hal ini terkait dengan tingkat stres ayam dan ini disinyalir sebagai awal petaka menurunnya daya tahan tubuh ayam dimaksud.
Sedang menurut drh Rondang Nayati MM Kasubdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Riau lebih menganjurkan pada keseimbangan gizi makanan yang dikonsumsi ayam baik broiler maupun layer.
Hal ini cukup mendasar, karena bila ayam cukup makanan dengan gizi yang baik maka ayam mampu bertahan dari serangan penyakit. Terkait penggunaan obat-obatan hewan, istri mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau ini menegaskan harus diberikan secara hati-hati, karena ini menyangkut keamanan konsumen (food safety).

Vaksinasi dan Kekebalan
Kekebalan yang dibentuk oleh tubuh ayam ada dua yaitu kekebalan humoral atau menyeluruh, di mana zat kebal ada dalam aliran darah dan kekebalan lokal dengan zat kebal terdapat pada bagian tubuh yang pernah diserang penyakit.
Demikian Drh Muhammad Firdaus MSi Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Pekanbaru seraya melanjutkan, kekebalan lokal dapat merupakan senjata untuk menghadapi serangan bibit penyakit. Tapi, kemampuannya hanya dapat membunuh bibit penyakit ditempat di mana ada zat kebal, misalnya di saluran pernafasan, maka infeksi tidak terjadi pada saluran pernafasan tersebut.
Sementara, pada bagian tubuh yang lain yang tidak terdapat zat kebal, memungkinkan terpapar bibit penyakit. “Inilah bedanya dengan kekebalan humoral yang dapat menangkis serangan bibit penyakit di lokasi tubuh yang manapun,” jelas alumni pasca sarjana UNRI ini.
Vaksin merupakan mikroorganisme bibit penyakit yang telah dilemahkan virulensinya atau dimatikan dan apabila diberikan pada ternak tidak menimbulkan penyakit melainkan dapat merangsang pembentukan zat kebal yang sesuai dengan jenis vaksinnya.
Sedang vaksinasi merupakan tindakan memasukkan vaksin ke dalam tubuh ternak dan merupakan suatu usaha dengan tujuan melindungi ternak terhadap serangan penyakit tertentu.
Bagi peternak, vaksinasi sudah merupakan kegiatan rutin dalam usaha peternakannya.
Lebih lanjut dipaparkannya bahwa vaksinasi yang dilakukan peternak dengan cara tetes mata, tetes hidung, air minum dan spray akan merangsang badan ayam untuk membentuk kekebalan lokal, sedangkan pelaksanaan vaksinasi dengan injeksi atau suntikan akan merangsang pembentukan kekebalan humoral atau menyeluruh.
Pada anak ayam, aplikasi vaksinasi biasanya dengan cara tetes mata atau tetes hidung, dan kadang-kadang pemberiannya melalui suntikan bila yang jenis vaksinnya inaktif. Vaksinasi melalui air minum tidak bisa dilakukan, karena anak ayam umur 1-4 hari minumnya masih sedikit dan tidak teratur.
Pada ayam dewasa, aplikasi vaksinasi biasanya dengan tetes mata, tetes hidung, air minum dan suntikan. “Hanya melalui suntikan yang dapat memberi jaminan ketepatan dosis vaksin yang diberikan pada ayam,” pungkas Firdaus.
Anda tentu punya penagalaman yang dapat disarikan untuk sebuah langkah sukses mengatasi penyakit kekebalan tubuh ayam ini. Informasi di atas tentu dapat menjadi sebuah bandingan untuk langkah pasti dan semakin pasti!


PENYAKIT ND

ND merupakan masalah besar dan momok bagi dunia peternakan, karena penyakit ini dapat menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi (mencapai 100%) dan waktu penyebarannya yang sangat cepat, baik pada ayam ras, ayam buras maupun jenis unggas lainnya. Menurut para ahli, penyakit ini dapat menular pada manusia dengan gejala klinis conjunctivitis (radang konjunctiva mata) walaupun kasusnya sangat jarang dijumpai. Sedangkan pada unggas dan burung liar lainnya dengan gejala klinis berupa gejala syaraf, gejala pernafasan dan gejala pencernaan. Penyebab dan Kejadiannya Penyakit ND disebabkanoleh virus dari famili Paramyxoviridae dengan genus Pneumovirus atau Paramyxovirus, dimana virus ini dapat menghemaglutinasi darah. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Doyle pada tahun 1926 didaerah Newcastle Inggris dan pada tahun yang sama Kraneveld menemukan virus penyakit ini di Bogor. Kejadian penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dimana menyerang seluruh jenis unggas termasuk burung liar. Virus penyakit ini dapat ditemukan pada organ-organ seperti alat pernafasan, syaraf dan pencernaan. Penyebaran Penyebaran penyakit ini biasanya melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum/minum, peralatan lainnya yang tercemar oleh kuman penyakit, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin/udara (dapat mencapai radius 5 km). Virus ND ditemukan dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian. Gejala Klinis Gejala penyakit ini dapat diamati melalui gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok; gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir (torticoles) yang merupakan gejala khas penyakit ini. Kemudian gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua. Bedah Bangkai Untuk lebih meyakinkan bahwa suatu peternakan benar atau tidanya terserang ND, maka tindakan bedah bangkai adalah jalan terbaik dalam menegakkan diagnosa. Pada kasus ND hasil bedah bangkai berupa gejala khas penyakit ini, yaitu adanya bintik-bintik merah (ptechie) pada proventriculus (kantong depan ampela). Selain itu juga terjadi perubahan pada lapisan usus berupa pendarahan dan kematian jaringan (nekrosa). Pada organ pernafasan akan mengalami eksudasi dan kantong udaranya menipis. Penanggulangan Berhubung penyakit ND disebabkan oleh virus maka sampai saat ini belum ada satu jenis obat yang efektif dapat menyembuhkan penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif. Program vaksinasi harus dilakukan dengan seksama dan diperhatikan masa kekebalan yang ditimbulkan. Vaksinasi pertama sebaiknya diberikan paling lambat hari ke-empat umur ayam, karena penundaan sampai umur dua minggu dan seterusnya akan menghilangkan kemampuan pembentukan antibodi aktif oleh antibodi induk, sebab pada umur tersebut antibodi induk sudah tidak berfungsi lagi. Program vaksinasi pada ayam pedaging sebaiknya dilakukan pada umur tiga hari dan vaksinasi lanjutan pada umur tiga minggu, sedangkan pada ayam petelur pada umur tiga hari, empat minggu, tiga bulan dan selanjutnya tiap empat bulan sesuai kebutuhan. Pemberian vaksin dapat dilakukan dengan cara semprot, tetes (mata, hidung, mulut), air minum dan suntikan. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan vaksinasi diantaranya : · Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang benar-benar sehat · Vaksin segera diberikan setelah dilarutkan · Hindari vaksin dari sinar matahari langsung · Hindari hal-hal yang dapat menimbulkan stress berat pada ternak · Cuci tangan dengan detergen sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi Penutup Mengingat kerugian ekonomi yang ditimbulan oleh penyakit ND ini sangat tinggi maka jalan terbaik dalam menanggulaninya adalah dengan menjalankan program manajemen yang ketat berupa program vaksinasi dan sanitasi lingkungan yang baik guna menghindari penyakit ini sehingga keuntungan akan dapat lebih meningkat.


PENYAKIT CRD

Berdasarkan data, kasus serangan peyakit unggas terutama ayam di tahun 2003 yaitu penyakit ngorok yang komplek atau sering juga disebut Chronic Respiratory Desease (CRD) komplek. Memang saat ini CRD komplek masih susah ditangani, padahal kerugian yang ditimbulkannya tidaklah sedikit. Hal ini dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya angka kematian dan tingginya konversi ransum. Kerugian lain akibat CRD komplek adalah keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya ayam yang harus diafkir, sehingga para peternak akan merugi.
CRD komplek merupakan gabungan penyakit dengan 2 (dua) komponen yaitu Mycoplasma galisepticum dan bakteri Escherichia coli. Faktor penentu menularnya penyakit ini adalah sistem pemeliharaan dengan suhu lingkungan yang tinggi yaitu panas atau dingin, kelembaban tinggi, kurangnya ventilasi, kepadatan ternak terlalu tinggi dan cara pemeliharaan yang berbagai umur. Biosecurity yang ketat dan pemilihan antibiotik yang spesifik merupakan langkah yang harus ditempuh untuk menyelamatkan ayam dari penyakit tersebut.
Penyakit ngorok atau CRD pada ayam ini merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran pernafasan dimana sifatnya kronis. Disebut “kronis karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan ayamnya tidak sembuh-sembuh”. Penyebab utamanya adalah keracunan Mycoplasma galisepticum, salah satu gejala khas CRD adalah ayam tersebut ngorok, sehingga peternak menyebutnya penyakit ngorok.
Sebagai penyakit tunggal, CRD jarang sampai menimbulkan kematian namun menimbulkan angka kesakitan yang tinggi. Di lapangan kasus CRD murni jarang ditemukan, yang sering ditemukan adalah CRD komplek, yaitu penyakit CRD yang diikuti oleh infeksi penyakit lainnya, terutama sering diikuti oleh bakteri Escherichia coli.
CRD komplek dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Selain itu, dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, mutu karkas jelek, produksi telur menurun, keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya ayam yang harus diafkir juga semakin memperbesar biaya pengobatan.
Penyakit ngorok komplek pada ayam ini dapat berkomplikasi dengan mikroba penyakit lain seperti dengan penyakit tetelo atau New Castle Desease (ND), Infetious Bronhitis (IB) dan E. coli. CRD dapat menyerang ayam pada semua umur dengan angka penularan yang cepat.
Penyebab penyakit ini, bisa terdapat di ayam yang sehat, dimana ayam tersebut disebut ayam pembawa penyakit (carier). Ayam yang terserang CRD saat daya tahan tubuhnya menurun pada waktu stress seperti pindah kandang, kedinginan, vaksinasi, potong paruh, ventilasi jelek, litter lembab, kadar amonia tinggi atau ayam terserang penyakit lain.
Kerugian akibat CRD komplek diantaranya adalah kegagalan vaksinasi, karena CRD komplek bersifat immunosupressant ( menekan kekebalan), terhambatnya pertumbuhan, tingginya angka kematian, tingginya biaya pengobatan dan meningkatnya konversi ransum.
Untuk memberantas CRD komplek ini tidak gampang. Caranya adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat, melakukan hal yang dapat menyebabkan putusnya mata rantai penyebab terjadinya CRD komplek. Misalnya kita harus menjaga masuknya agent penyakit ke dalam tubuh ayam, selain itu para peternak harus mempertahankan kesehatan ayamnya dengan memberikan multivitamin dan juga para peternak harus memelihara lingkungan kandang supaya segar dan sehat, tentunya tidak pengap, ventilasi cukup dan tidak lembab. Selain itu kepadatan kandang harus selalu diperhatikan, sehingga udara bersih selalu terjamin. Suhu kandang yang terlalu panas juga dapat menyebabkan meningkatnya nafsu minum dan menurunnya nafsu makan. Dengan meningkatnya nafsu minum, maka akan merangsang peningkatan urinasi dan litter menjadi basah, sehingga konsentrasi ammonia tinggi dan dapat menyebabkan gangguan pernafasan, akhirnya ayam akan rawan terhadap CRD komplek.
Suatu strategi dalam melakukan pengendalian CRD komplek yang efektif adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap anak ayam umur 1 (satu) hari atau sering disebut dengan Day Old Chick (DOC) dari pembibitnya, hasil diagnosa yang tepat bersamaan dengan biosecurity yang efektif dan pelaksanaan tatalaksana pemeliharaan yang baik. Adapun cara-cara melakukan pengendalian CRD komplek yaitu :
(1) memperbaiki tatalaksana kandang, 
(2) melakukan sanitasi air minum yang baik, 
(3) melakukan pengobatan yang tepat dan 
(4) melaksakan biosecurity yang ketat.
Langkah-langkah untuk melakukan biosecurity yang ketat antara lain (1) melakukan pengafkiran pada ayam yang terinfeksi, (2) membersihkan kandang dengan tekanan air yang tinggi serta melakukan penyemprotan kandang dengan memakai desinfektan, (3) kosongkan kandang minimal 2 (dua) minggu setelah kandang dibersihkan, (4) pengontrolan lalu-lintas dengan mengontrol kendaraan yang keluar masuk lokasi peternakan.
Dari uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan apabila peternakan anda terkena CRD komplek, yang perlu diperhatikan adalah (1) menekan kadar amonia dan debu yang ada di kandang, dengan melakukan perbaikan pada kondisi kandang, mengurangi kepadatan kandang, perhatikan tatalaksana litter, ventilasi kandang dan pengaruh lingkungan, (2) pemeliharaan ayam harus dilakukan secara all-in all-out, (3) melakukan pemilihan obat yang tepat dan kita harus memperhatikan faktor resistensi dari kuman.
Harapan penulis, apabila peternakan anda terkena CRD komlpek, jangan panik, lakukanlah penanganannya seperti yang sudah penulis uraikan.

Semoga Bermanfaat . 

Selasa, 25 Desember 2012

Penyebab Stress Pada Unggas

0 komentar

Berbagai macam penyebab stress pada unggas
Mungkin anda tidak akan percaya kalau ternak unggas juga bisa stress. Anda pernah melihat seekor burung puyuh yang membentur-benturkan kepalanya pada bagian atas kandang? Atau melihat ayam yang matuk temannya sendiri (kanibal)? Atau melihat ternak secara umum nafsu makannya menurun? Semua itu adalah tanda bahwa ayam tersebut mengalami stress. Nah apa sebenarnya stress tersebut, faktor yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Stress adalah kondisi tubuh yang mengalami gangguan hormonal secara temporary (sementara). Faktor penyebabnya sangat banyak, di antaranya :

Suhu kandang
Suhu kandang yang kurang tepat dapat menyebabkan munculnya sifat kanibalis dan juga perubahan konsumsi pakan dan minum. Pada kondisi suhu kandang yang tinggi ternak akan cenderung mengkonsumsi air yang banyak tapi sedikit makan begitu juga sebaliknya.

Ventilasi yang tidak sempurna
Ventilasi beguna untuk sirkulasi udara di dalam kandang sehingga udara dalam kandang tetap segar dan bersih. Udara di dalam kandang biasanya pengap dan bau, sehingga perlu pergantian udara agar bau amoniak di dalam kandang tidak berbahaya bagi ternak.

Perubahan ransum
Secara umum ternak akan mengalami stress beberapa waktu tatkala pergantian pakan yang dilakukan secara drastis Pemberian pakan terutama unggas didasarkan pada kuantitas dan kualitas ransum sesuai fase pemeliharaan. Sehingga kuantitas dan kualitas ransum sangat menentukan terjadinya stress baik pada unggas petelur atau pedaging.

Bentuk dan jumlah wadah pakan dan minum
Pernahkah anda memikirkan bahwa bentuk wadah dapat menyebabkan stress pada unggas? Jumlah wadah pakan dan minum yang kurang dapat memacu terjadinya persaingan untuk mendapatkan makanan. Unggas yang berhasil memenangkan persaingan akan tumbuh secara normal (pesat) dan yang kalah akan mengalami gangguan pertumbuhan (kerdil) dan mudah terserang penyakit.

Kondisi air minum
Kondisi air minum yang kotor atau tercampur bahan lain yang berbahaya dapat memicu terjadinya stress pada unggas. Air bagi ternak secara umum dapat berfungsi sebagai media untuk membantu mengurangi panas tubuh yang berlebih. Air minum hendaknya tersedia terus-menerus (ad libitum) karena peranannya yang tak bisa diabaikan bagi ternak

Kondisi litter
Mengontrol dengan seksama kondisi litter adalah usaha untuk meminimalkan stress pada unggas. Kondisi litter yang basah, menggumpal, kotor, berdebu dan bau amoniak yang bersifat racun akan menyebabkan stress pada unggas. Disarankan untuk mengganti litter yang kondisinya sudah mulai berubah. Disamping itu juga pemilihan jenis litter juga perlu mendapat perhatian.

Kepadatan kandang (carrying capacity)
Kandang yang terlalu padat kurang bagus untuk pertumbuhan unggas dan kandang yang terlalu longgar juga kurang efisien. Maka, dengan mengetahui kepadatan kandang yang ideal harapannya adalah ayam akan tumbuh dengan normal dan mampu menampilkan produksi terbaiknya. Manfaat lainnya adalah tidak akan terjadi salah hitung antara rencana jumlah pemeliharaan dengan kandang yang tersedia.

Pemeliharaan tidak seumur dan satu strain
Lain produsen lain juga kualitasnya baik dari segi performance atau system imun (kekebalan tubuhnya). Perbedaan segi performance akan menyebabkan persaingan dalam mendapatkan pakan sedangkan dari segi kekebalan tubuh kalau terjadi penularan penyakit akan lebih cepat menyebar di sekitarnya karena ada ayam yang mempunyai kekebalan tubuh yang rendah di dalam satu kandang.

Ruang kandang terlalu gelap atau terang
Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa lama pemberian sinar (cahaya) akan berpengaruh terhadap produksi unggas.

Pindah kandang
Biasanya terjadi pada peternakan layer. Cobalah mencari metode terbaik berapa kali sebaiknya ayam harus pindah kandang dari mulai fase awal pemeliharaan sampai ayam di afkir. Di samping untuk meminimalkan efek negatif stress juga akan menghemat tenaga kerja.

Potong paruh (debeaking)
Pengeluaran darah sewaktu selesai potong paruh akan menyebabkan unggas (darat) kesulitan untuk makan. Dan bisa ditebak kalau ayam sudah susah makan. Maka dari itu mengetahui teknik memotong paruh dan langkah penanganan stress yang akan terjadi juga penting.

Program vaksinasi yang salah
Program vaksinasi berkaitan dengan pemilihan vaksin (aktif atau inaktif), waktu pelaksanaan vaksinasi (waktu dan umur ternak) dan metode pemberian vaksin (injeksi, melalui air minum, tetes mata atau hidung, semprot, tusuk sayap, cabut bulu dan lain sebagainya). Dengan mengetahui pelaksanaannya dengan benar akan bisa meminimalkan stress yang timbul.

Adanya suara yang mengejutkan
Peternak ayam, puyuh, itik sedikit khawatir dengan produksi ternaknya menjelang lebaran atau tahun baru. Mengapa? Karena dua hari tersebut adalah hari yang kurang menyenangkan untuk peternak. Suara petasan, kembang api, musik yang keras akan menyebabkan stress pada unggas. Akibatnya adalah unggas akan mengalami stress beberapa hari lamanya dan peternak akan mengalami kerugian di hari tersebut

Pengangkutan
Stress akibat pengangkutan atau transportasi sudah sangat dimaklumi. Stress ini biasanya mudah untuk diatasi yaitu dengan pemberian larutan gula atau semisalnya. Kemudian unggas diistirahatkan untuk beberapa waktu untuk menunggu pemberian pakan yang tepat.

Perlakuan kasar
Hati-hati kalau anda merekrut petugas atau pegawai kandang. Perlakuan yang kasar dari petugas atau pegawai kandang akan bisa menyebabkan ternak anda stress. Perlakuan kasar terhadap ternak seperti memukul, menendang, melemparkan ternak, berjalan dengan terburu-buru saat di kandang, atau sengaja tidak memberi pakan dan minum pada ternak. 

Untuk mengurangi dampak negatif dari stress maka perlu menghindari tindakan yang akan menambah tingkat stress. Untuk pencegahan anda dapat menggunakan vitamin elektrolit seperti nopstress merah dan antistress. Dosis dan aturan pemberian biasanya sudah disertakan dalam produk masing-masing produsen. Bila tidak ingin gagal dalam usaha maka tak ada salahnya anda mengenali jenis stress pada unggas anda dan mengambil langkah yang tepat untuk mengatasinya. 
Semoga bermanfaat .

Penyakit Prolapsus Oviduct (Uteri)

0 komentar
Penyakit keluarnya saluran telur dari dalam kloaka


Penyakit Prolapsus Oviduct (Uteri)
ditandai dengan keluarnya saluran telur dari dalam kloaka (benda seperti usus sebesar batang rokok dengan panjang kira-kira 4 cm). Prolapsus sering terjadi pada ayam yang sedang bertelur. Kelainan ini terjadi pada saat masa bertelur dan tidak dapat pulih dengan sendirinya.

Faktor penyebab timbulnya prolapsus uteri antara lain :

  1. Faktor keturunan
  2. Perlemahan/kerusakan otot di daerah kloaka karena umur ayam (ayam tua), radang pada saluran telur dan anus
  3. Intensitas pencahayaan yang terlalu tinggi maupun perubahan program pencahayaan yang dilakukan secara mendadak

Kasus prolapsus uteri ini dapat dicegah dengan cara :
  1. Mempertahankan berat badan ayam tetap ideal (sesuai standar). Ayam petelur yang mengalami hambatan pertumbuhan saat masa starter atau grower akan memiliki kerangka tubuh dengan ukuran yang lebih kecil (di bawah normal). Akibatnya, saat masa layer ayam tersebut cenderung lebih mudah terkena prolapsus. Ayam dengan ukuran berat badan terlalu besar juga dapat memicu prolapsus. Ayam ini akan memiliki timbunan lemak yang berlebih di perutnya sehingga dapat menggangu elastisitas saluran telur, yaitu saat mengeluarkan telur saluran telur tidak dapat masuk kembali karena tertahan oleh lemak tubuh.
  2. Atur program pencahayaan sesuai kebutuhan. Jangan memberikan pencahayaan dengan lama waktu dan intensitas yang berlebih. Pencahayaan untuk masa layer sebaiknya diberikan selama 16 jam, yaitu 12 jam dari sinar matahari dan 4 jam dari cahaya lampu dengan intensitas 20-40 lux
  3. Berikan ransum dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam, terutama kebutuhan mineral
  4. Perhatikan kepadatan kandang. Kandang yang padat akan menyebabkan ayam stres dan meningkatkan aktivitas mematuknya
  5. Pertahankan suhu kandang tetap nyaman, yaitu 25-28oC
Semoga Bermanfaat .

Penanganan Gumboro Yang Disertai Colibacilliosis

0 komentar


Ada opini yang menyebutkan bahwa pemberian air gula tidak dianjurkan saat ayam terkena penyakit gumboro yang disertai colibacilliosis karena akan memperparah colibacillosis. Apakah pengertian tersebut benar?. Belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa pemberian air gula dapat memperparah kasus colibacillosis. Kejadian colibacillosis yang dibarengi dengan Gumboro akan memperparah kondisi baik colibacillosis maupun Gumboronya sendiri. Hal ini dikarenakan Gumboro merupakan penyakit yang bersifat immunosupresant (menekan sistem kekebalan) sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh ayam menjadi lemah. Selain itu, adanya penurunan nafsu makan/minum menyebabkan ayam mengalami dehidrasi dan lemah. Dengan demikian colibacillosis akan berkembang dan menginfeksi dengan cepat sehingga kondisi ayam pun akan semakin drop. Dengan kondisi demikian, air gula sangat diperlukan sebagai sumber energi yang langsung dapat digunakan tubuh tanpa harus melewati proses metabolisme berbelit.

Penanganan kasus Gumboro yang disertai colibacillosis dapat dilakukan dengan cara sbb :
  • Ayam yang sudah parah sebaiknya dipisahkan agar tidak menjadi sumber penularan bagi ayam-ayam lain
  • Berikan air gula 2-5% (2-5 gram/ 100 ml air minum) selama 3 hari. Jika terjadi pembengkakan ginjal, dapat diberikan Gumbonal selama 3 hari. Terapi dilanjutkan dengan pemberian antibiotik seperti Ampicol atau Coliquin selama 3-5 hari beturut-turut. Air gula berperan dalam suplai energi sedangkan antibiotik berperan dalam mengatasi infeksi colibacillosis
  • Semprot kandang setiap hari dengan Antisep/Neo Antisep guna meminimalkan penyebaran bibit penyakit yang ada di lingkungan. Lakukan pula desinfeksi air minum namun jangan bersamaan dengan jadwal pengobatan
  • Setelah pengobatan colibacillosis selesai, berikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit untuk mempercepat proses pemulihan
  • Jika diperlukan, tambahkan pemanas terutama pada malam hari dan cuaca dingin
  • Pada kasus Gumboro, terkadang ditemukan perubahan patologi anatomi berupa pembengkakan ginjal. Jangan memberikan obat dari golongan sulfonamida (Trimezyn, Respiratrek, Sulfamix, Coxy atau Duoko) maupun aminoglikosida (Koleridin, Kanamin, Gentamin atau Vet Strep) karena dapat memperparah kondisi ginjal
  • Jangan lakukan vaksinasi darurat atau vaksinasi lain sebelum kasus Gumboro dapat ditangani
  • Pada pemeliharaan berikutnya, evaluasi kembali program vaksinasi Gumboro, kualitas DOC saat chick in, kualitas air serta manajemen saat kosong kandang dan saat brooding
Semoga bermanfaat .

Ayam Kampung

0 komentar

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan sebutan ayam di Indonesia yang proses pemeliharaannya tidak ditangani dengan cara budidaya massal dan komersial. Ayam kampung sering dijadikan peliharaan sambilan penduduk yang bermukim di daerah perkampungan. Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana halnya bangsa unggas dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya.
Nama ilmiah untuk ayam kampung adalah Gallus domesticus. Aktifitas penternakan ayam kampung telah ada sejak zaman dahulu.

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing.
Istilah "Ayam kampung" semula adalah kebalikan dari istilah "ayam ras", dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan. Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari "ayam bukan ras") bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekedar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri). Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah.

Ayam kampung mempunyai banyak jenis varietas dan spesies, beberapa di antaranya yang penting yaitu.

1. Ayam Kedu
Ayam kedu merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Magelang dan Temanggung atau eks. Kersidenan Kedu (Jawa Tengah). Berdasarkan penampilan warnanya, ayam kedu dapat dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut.

a. Ayam Kedu Hitam

Ayam kedu hitam mempunyai penampilan fisik hamper hitam semua, tetapi kalau diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam. Penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan. Bobot ayam kedu hitam jantan dewasa antara 2 Kg – 2,5 Kg, sedangkan yang betinanya hanya 1,5 Kg. Ayam ini sering disamakan dengan ayam cemani karena tampak serba hitam.

b. Ayam Kedu Cemani

Ayam kedu cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak (langit-langit mulut), bahkan daging dan tulangnya juga hitam. Sosok tubuh ayam kedu jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 Kg- 3,5 Kg, sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 Kg- 2,5 Kg.

c. Ayam Kedu Putih

Ayam kedu putih ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Jenggernya tegak berbentuk wilah. Bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 Kg. Sedangkan bobot ayam kedu putih betina 1,2 Kg – 1,5 Kg.

d. Ayam Kedu Merah

Ayam kedu merah ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kulit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih [6]. Sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 Kg-3,5 Kg, Sedangkan bobot ayam betina 2 Kg-2,5Kg.

2. Ayam Nunukan
Ayam nunukan disebut juga ayam Tawao. Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang dipulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ayam nunukan diperkirakan berasal dari Cina. Karakteristik ayam nunukan adalah warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna. Sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. Jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan.

Stadium anak ayam sampai umur 45 hari cenderung berbulu kapas. Berat badan ayam nunukan jantan dewasa 3,4 Kg – 4,2 Kg, sedangkan yang betina 1,6 Kg – 1,9 Kg.

3. Ayam Pelung

Ayam pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat). Ayam pelung memiliki sosok tubuh besar dan tegap, temboloknya tampak menonjol [6]. Kakinya panjang, kuat, dan pahanya berdaging tebal [6]. Ayam pelung jantan memiliki Jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah. Ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi jengger terseebut tidak berkembang dengan baik. Ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 Kg – 5,5 Kg, sedangkan yang betina 2,5 Kg – 3,5 Kg.

4. Ayam Sumatra

Ayam Sumatra merupakan ayam lokal dari Sumatera Barat. Penampilan perawakannya tegap, gagah ,tetapi ukuran tubuhnya kecil. Ayam Sumatra jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar. Pipinya penuh (padat), keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. Paruh ayam Sumatra umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam. Ayam Sumatra memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah. Kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang. Bobot ayam Sumatra jantan dewasa 2 Kg, sedangkan yang betina 1,5 Kg.

5. Ayam Belenggek
Ayam belenggek berasal dari Sumatera Barat, tepatnya dipedalaman Kabupaten Solok. Ayam ini pandai berkokok dengan suara yang merdu dan iramanya bersusun-susun, panjang sampai terdiri atas 6-12 suku kata. Semakin panjang suku katanya, semakin panjang kokoknya.

6. Ayam Gaok
Ayam gaok bersal dari madura dan Pulau Puteran, Kabupaten Sumenep. Keistimewaan ayam gaok yaitu kokoknya memiliki suara panjang yang hampir sama dengan ayam pelung yang terdapat di Cianjur (Jawa Barat). Ayam Gaok jantan dewasa memiliki bobot badan mencapai 4 Kg, sedangkan yang betina 2 - 2,5 Kg. Ayam Gaok jantan memiliki tampilan tubuh besar, tegap dan gagah. Jenggernya besar berbentuk wilah dan berwarna merah, dengan pial yang besar dan warnanya merah. Kakinya berwarna kuning [6]. Bulunya didominasi oleh warna kuning kehijau-hijauan (wido), namun ada juga yang berwarna lain, seperti merah dan hitam .

Semoga bermanfaat .

Tips Mencampur Pakan Untuk Ayam

0 komentar


Mencampur pakan untuk ternak ayam juga ada tehniknya
Terkadang proses pencampuran ransum pakan ayam bagi peternak sesuatu hal yang sepele, sehingga di kerjakannya dengan asal campur. Setelah di aduk-aduk selesai. Gara-gara hal sepele tersebut bisa-bisa ke unggulan genetic , keunggulan produktivitas yang di miliki ayam bisa tidak akan muncul. Kenapa bisa? Ransum ayam yang biasanya terdiri dari jagung manifestasi dari karbohidrat / Energi Metabolisme, katul/ bekatul mewakili dari setengah karbohidrat dan sekumpulan multi vitamin B Kompleks, sedang konsentrat pengejawantahan dari kumpulan protein, di tambah Mineral Calsium, phosphor dan lain-lain.
Pencampuran yang tidak merata homogeny, mengakibatkan tidak setiap ayam mendapatkan asupan pakan yang komplit. Antara protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral harus saling ber- sinergi. Andai saja pencampuran ransum pakan tidak bisa homogeny, bagaimana mungkin di antara unsure-unsur pakan tersebut akan bisa menumbuhkan keunggulan genetic dan produktivitas ayam?
Jangan sia-saikan sejumlah uang yang kita keluarkan, untuk mengadakan ransum pakan menjadi percuma, hanya karena aplikasi pencampuran yang kurang tepat. Harap di ingat, biaya ransum pakan menyedot anggaran terbesar yang di keluarkan, hampir 70- 75 %. Sayang jika terbuang muspro.
Baiklah, segera saja saya paparkan langkah tahap per tahap di bawah ini :
  1. Hamparkan katul/ bekatul di lantai yang sudah di bersihkan dari kotoran debu, kaca, krikil, plastic ataupun potongan kertas. Harus benar-benar bersih. Jika ada katul/ bekatul yang menggumpal harus di lembutkan lagi.
  2. Lalu hamparkan jagung/ katul jagung, pilih salah satu, di atas hamparan katul/ bekatul. Merata, menutupi semua katul/ bekatul.
  3. Kemudian hamparkan Konsentrat di atas hamparan jagung/ katul jagung merata menutupi, hamparan jagung/ katuljagung.
  4. Mineral, bisa pakai mineral Medion/ mineral B12 dari PT Eka/ mineral hijau/ atau kombinasi di antara ke tiganya ( ini bukan promosi )
  5. Bagi hamparan pakan tadi menjadi empat bagian sama rata. Lantas mulai di aduk-aduk dimulai dari paling ujung.
  6. Setelah adukan sudah dirasa rata, lalu di pindahkan ke sisi lain. Mulai lagi mengaduk tiga bagian yang masih tersisa satu persatu. Adukan yang sudah merata di pindahke sisi lain diatas adukan yang pertama tadi, begitu terus hingga empat bagian pakan tadi terpindahkan semua ke sisi lain,yang seharusnya sudah mengunung ke atas.
  7. Pindahan adukan pakan yang sekarang berbentuk menyerupai gunung, mulai dipindahkan lagi ke sisi semula/awal. Pengambilan adukan pakan yang mengunung tadi , dimulai dari tengah, sehingga sisi kiri dan kanan pakan yang menggunung melorot saling tindih antara sisi kanan dan kiri. Terus saja pindahkan dan pindahan pakan inipun di buat menggunung lagi, hingga gunungan pakan ke satu, pindah ke gunungan pakan kedua.
  8. Proses pengadukan ransum pakan sudah selesai, tinggal memasukan ke dalam karung. Proses pemasukkan dalam karung, juga di mulai dari bagian tengah gunungan, dengan maksud karena sisi kanan dan kiri gunungan melorot saling tumpang tindih, secara otomatis kan sudah mencampur sendiri. Sehingga campuran makin Homogen. Untuk tambahan jangan mencampur pakan untuk stock, lebih dari tujuh hari masa pakai.Di kwatirkan akan terjadi oksidasi sehingga nilai gisi ransum tanpa di sadari berkurang/ menurun.
Semoga Bermanfaat .

Tips Agar DOC Tidak Mudah Mati

0 komentar
 
 
Untuk ayam yang baru menetas dari induk nya, misalnya ayam menetas awal pagi, anak ayam tersebut jangan langsung di ambil, biarkan dulu tinggal sama induk nya di sarang, kira2 selama 17 jam. Ketika ayam mau di masukan ke dalam kotak kandang [seperti yang kita lihat pada gambar atas], sebaiknya, nyalakan lampu yang ada di dalam kotak tersebut, 2 jam sebelum anak ayam / DOC di masukan.

Didalam kotak tersebut, jangan menggunakan sekam sebagai alas nya, sebaiknya menggunakan koran bekas sebagai alas (pengganti sekam). gunakan sekam setinggi 5 lembar. Jadi koran bekas (tapi bersih) di tumpuk setinggi 5 lembar, didalam kotak tersebut, agar kondisi suhu di dalam kandang buatan tsb tetap stabil.

Pemberian Air Minum:
Masukan air minum di galon yang berukuran kecil dengan sedikit campuran vitamin.
Misalnya untuk ayam 75 ekor s/d 100 ekor:

* vitamin C - 1 gr
* vit E & selenium - 1 gr
* glucoline - 5gram/liter air

Jika anda tidak mempunyai vitamin2 tersebut, kita bisa membeli glukosa yang biasa di gunakan untuk minuman anak kecil , atau cari saja di toko dengan menanyakan glucoline atau glucose. Tujuan di beri glucoline adalah, untuk mengurangi dehidrasi selama di sarang atau di mesin tetas, atau selama perjalanan (kalau membeli anak ayam dari tempat jauh)

Untuk 100 gram glucoline bisa menghasilkan
* Energy- 375 (kcal)
* carbohydrates 99 gram
* vit c 100 mg

Bagai mana jika tidak menemukan glucoline? tidak di dapat di toko atau mahal?
Jangan kuatir kita akan mencari alternative lain yang fungsi nya sama.

Gunakan gula merah sebagai pengganti dari glucoline:
Gula merah di sini adalah gula aren , tahu tidak gula aren? saya juga sering melihat gula merah di pasar, akan tetapi gula tersebut bukan gula aren, tapi gula yg terbuat dari tebu, ya tidak apa2 walaupun tidak ada gula aren, gunakan saja gula merah yang di buat dari tebu , akan tetapi bila gula aren ada, sebaiknya gunakan saja gula aren.

Dosis gula merah untuk 75 ekor ayam:
Dosis yang di gunakan adalah , 2 gram gula merah, di campur dengan air 1 sampai 1,5 litter, hati2 jika dosis yang di gunakan berlebihan, anak ayam atau DOC akan mengalami mencret.

Cara penyajian:
Gula merah untuk minuman anak ayam tadi,
rebus air 1.5 liter sampai mendidih
Masukan gula merah kedalam air yang masih mendidih tunggu sampai hancur.
Jika gula merah sudah masak (menurut perkiraan) dinginkan air rebusan gula merah tersebut, ketika sudah dingin, berikan kepada anak ayam yang berada di kotak pemanas tadi.

Jika gula merah tidak ada, boleh juga menggunakan semangka merah yang sudah masak, buang bijinya dan kasih semangka kepada anak ayam, sebagai makanan pertama .

Semangka adalah sudah lama di gunakan untuk menghantar anak ayam ke tempat yang jauh, saya juga sering memberikan buah semangka ke pada anak ayam, jika anak ayam mau di hantar keluar negri, atau kira2 perjalanan melebihi 10 jam.

ok kita lanjutkan- sebelum memasukan anak ayam kedalam kotak tersebut [baca artikel sebelumnya di sini], kehangatan sudah mencapai 30 sampai 32 derajat celcius, atau minimal 28 samapi 30 derajat celcius.

Jika pemanas sudah di masukan dan air juga sudah di siapkan, dan suhu kehangatan sudah stabil, lalu kita masukan anak ayam kesayangan kita yang 75-100 ekor tsb, tapi jangan di kasih makanan dulu.

Biarkan anak ayam atau DOC meminum air gula sampai 2 jam, untuk memastikan anak ayam minum air gula tersebut.

Ketika 2 jam sudah berlalu, dan anak ayam sudah minum air gula tsb, (gula sebagai alternative untuk menggantikan glucoline atau elektrolite yang berfungsi untuk mengembalikan atau menstbabilkan energy yang ada di dalam tubuh ayam, jika ayam mengalami dehydrasi , maka dengan memberikan air gula, glucoline, elektrolyte dll, cairan di dalam tubuh ayam akan kembali normal.)

Ok- 2 jam sudah berlalu, kita tinggal meberi makanan anak ayam, untuk makanan, sebaiknya mebeli makanan untuk broiler starter, atau untuk permulaan, sebelum di berikan kepada anak ayam, sebaiknya makanan tersebut kita tumbuk dulu, untuk memastikan butiran makanan lebih kecil. hanya untuk makanan pertama saja kita tumbuk sampai halus, untuk kedua kalinya , makanan tsb, tidak usah di tumbuk lagi, karena anak ayam sudah mengetahui cara makan nya.

Jika tidak di tumbuk, atau butiran makanan terlalu besar, anak ayam yang baru berusia satu hari ini, akan mengalami kesulitan dalam pemakanan, jadi kalau makanan di tumbuk dulu, anak ayam akan langsung bisa menelan butiran yang kecil, dan akan semakin cepat memakan makanan yang kita berikan tadi.
 
Semoga bermanfaat .